h1

Gladi Resik Final Liga Champions Berakhir Imbang

May 4, 2013

Laga antara BVB Dortmund melawan Bayern Muenchen dalam lanjutan Bundesliga pekan ke 23 berakhir imbang. Kevin Groskreutz membawa tuan rumah unggul terlebih dahulu sebelum Mario Gomez menyamakan kedudukan. Kedua gol tersebut terjadi di babak pertama.

Walau kedua tim tidak menurunkan skuad terbaiknya, pertandingan dengan label ‘pemanasan’ yang baru saja berakhir di Signal Iduna Park ini tetap berlangsung dengan tensi tinggi.

Laga baru berjalan 11 menit, Dortmund sudah unggul cepat. Berawal dari serangan balik kilat, umpan jauh diterima Jakub Blaszczykowski dengan sempurna. Dengan kecerdikannya, ia memberikan crossing terarah ke tiang jauh.  Groskreutz yang datang dari belakang, langsung saja menyambar bola dengan sepakan first time. Manuel Neuer yang berada pada posisi cukup baik untuk menepis bola, tidak mampu menghalau bola yang mengalir dengan deras.

Tak membutuhkan waktu lama, menit 23 Bayern sudah mampu menyamakan kedudukan. Ketika pergerakan Xherdan Shaqiri di sayap kanan Muenchen mampu menarik perhatian dua pemain bertahan Dortmund. Melihat Rafinha yang tanpa kawalan lari dari belakang, lalu dioperlah bola tersebut. Tanpa pikir panjang Rafinha langsung mengirim umpan ke muka gawang. Mario Gomez yang berdiri tanpa kawalan Subotic, melalui header-nya dengan mudah mengarahkan bola ke sudut kanan gawang tanpa bia dibendung Weidenfeller.

Setengah jam laga berjalan, Lewandowski yang lolos dari jebakan offside, berhasil menggiring bola melewati hadangan dan takle dari Van Buyten beserta Jerome Boateng. Tapi, berkat kesigapan Neuer yang langsung menutup ruang tembak, tembakan Lewandowski dari sudut sempit hanya menghasilkan tendangan pojok.

Satu menit sebelum jeda Bayern mendapat peluang emas. Umpan Alaba yang bermain sebagai sayap kiri, sebenarnya tidak mampu dikontrol dengan baik oleh Gomez. Tapi melalui gerak tipu, dengan mudah ia menipu Schmelzer. Sayang tembakannya masih mampu dihalau Weidenfeller dengan kaki.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain hati-hati dalam menyerang. Sehingga pertandingan berjalan monoton sampai suatu saat stadion bergemuruh ketika menit 58 tendangan Nuri Sahin dari luar kotak pinalti membentur tangan Boateng. Tanpa ragu wasit memberikan hadiah pinalti kepada Dortmund.

Lewandowski yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan mendatar ke kanan gawang masih bisa ditepis Neuer.

Memasuki menit 64 pertandingan sempat menegang ketika wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk Rafinha setalah menyikut Blaszczykowski. Dengan keputusan ini, lantas membuat pemain Bayern mengerumuni wasit untuk memprotes keputusannya. Kejadian itu juga sempat membuat pelatih Dortmund bersitegang dengan staf pelatih Bayern.

Melihat pengawalan yang ketat kepada penyerang Dortmund, menit 70 Nuri Sahin melakukan tendangan spekulasi dari jarak 35 meter. Namun tembakannya masih melebar ke kiri gawang.

Dortmund kembali dapat peluang menggandakan keunggulan  saat babak kedua berjalan setengah jam. Setelah Schieber yang mampu melewati Van Buyten gagal melakukan tendangan dengan baik. Bola tidak mengarah ke sasaran.

Kalah dalam jumlah pemain, membuat Bayern lebih bermain menunggu. Sesekali anak asuh Jupp Heynckes keluar menyerang lewat tendangan dari jarak jauh Tymoshchuk di menit 80 yang masih melayang.

Manuel Neuer kembali menjadi momok bagi penyerang Dortmund. Saat pertandingan menyisakan empat menit sebelum waktu normal berakhir, ia berhasil merebut bola hasil kontrol yang kurang sempurna Schieber. Padahal bila saja penyerang Dortmund tersebut tidak melakukan kesalahan, hasilnya akan berbeda. Dan usaha keras Marco Reus yang berhasil membawa bola dari tengah lapangan sebelum dioper kepadanya akan terbayar.

Memasuki injury time Dortmund mendapatkan peluang terakhirnya andai saja sundulan Nuri Sahin hasil sepak pojok tidak melayang.

Dengan hasil ini, walaupun tidak menentukan peringkat kedua tim, tapi Dortmund kembali mencatatkan rekor tersendiri bila bertemu FC Bayern di ajang liga. Yakni dalam enam laga di Liga kontra Bayern, Dortmund tak pernah tersentuh kekalahan. empat kali menang dan dua seri kali imbang. Bagi Bayern sendiri hasil ini juga mengukuhkan bahwa dalam empat laga terakhirnya kontra Dortmund di ‘semua ajang’, Bayern tak pernah kalah. dua kali menang (di Piala Jerman) dan dua kali seri (Bundesliga). Sebuah hasil yang secara tidak langsung menunjukkan perimbangan kualitas kedua tim.

Patut ditunggu Der Klassiker yang sesungguhnya, 25 Mei nanti di Wembley..


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: