h1

Palsu bisa berubah menjadi Asli?

May 14, 2013


Kompasiana

Advertisements
h1

Kebersihan, Filosofi & Gaya Hidup

May 14, 2013

13684897031041573064Bumi membersihkan dirinya sendiri sekaligus menjaga keseimbangan hidup lewat berbagai macam siklus alam semesta. Membentuk sebuah sistem yang bersimbiosis mutualisme demi menjaga kelangsungan hidupnya. Demikian juga dengan keinginan manusia untuk menjadi bersih. Sebuah keinginan yang alami demi sebuah keseimbangan. Bagai sebuah kesatuan yang tak terpisahkan, alam dan manusia terus berusaha menjaga kesimbangan hidup dengan caranya masing-masing.

Setiap manusia mencintai kebersihan. Tak peduli manusia itu terpelajar atau tidak, intelektual atau tidak, kekurangan atau berkecukupan, bersih merupakan sebuah hal yang universal. Bersih itu lintas etnik dan suku. Bersih adalah hal yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan namun memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan. Bersih itu persyaratan mutlak untuk segala agama. Bersih itu bisa jadi bahasa dunia.

Sebuah negara yang bersih sudah tentu akan menghasilkan pemikir yang brilian serta profesional di bidangnya. Mengapa? Bersih adalah awal dari kenyamanan, kenyamanan bisa menghasilkan pemikiran kreatif, dan kreatifitas berujung pada produktifitas. Bersih bisa mengarah pada produktifitas, hasil yang berguna serta bermanfaat.

Mens Sana In Corpore Sano atau yang berarti “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat” adalah kutipan dari puisi Satire X yang ditulis secara indah oleh Decimus Iunius Iuvenalis, seorang penyair dan filosof Romawi. Ia menegaskan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu paham kebersihan dan kesehatan Jasmani-rohani itu sudah menjadi bagian dalam wacana pengkajian para filosof. Dengan menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan, kebersihan tidak lagi hanya sebuah aktifitas biasa, tapi juga sudah termanifestasi.

Pemahaman inilah yang selanjutnya menjadi kesadaran universal akan pentingnya “Bersih dan Kebersihan”. Kesadaran itu terus berkembang menjadi budaya masyarakat, dan akhirnya menjadi gaya hidup masyarakat dunia yang berpikir maju. Budaya bersih sebuah bangsa itu mencerminkan kemajuan berpikir bangsa tersebut.

Bersih dari berbagai sudut pandang

Bersih dari sudut pandang yang paling sederhana berawal dari rumah kita. Apabila rumah kita bersih maka tamu yang datang akan merasa betah dan nyaman, dan dari situ terwujudlah sebuah hubungan yang harmonis antarmanusia. Rumah yang bersih akan mendatangkan energi ketenangan dan kekuatan, sebaliknya, rumah yang kotor akan menghasilkan energi buruk serta dan menjadi cerminan pemilik rumah itu sendiri.

Sedangkan berbicara mengenai bersih dari sudut pandang perusahaan, sebuah perusahaan yang baik dapat dinilai dari bersih atau tidaknya kamar kecil yang tersedia. Kamar kecil sebuah perusahaan yang kotor bisa mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan tersebut kacau balau. Mengapa demikian? Kamar kecil adalah hal kecil dari sebuah perusahaan. Jika hal kecil saja tidak dibenahi,bagaimana dengan hal-hal besar? Maka lihat kematangan manajemen sebuah perusahaan dari kamar kecilnya!

Terakhir, bersih dari sudut pandang kenegaraan. Sebuah negara pasti membutuhkan devisa, yang bisa didapat dari bidang pariwisata. Sekarang bayangkan jika negara itu kotor, dalam arti harfiah tentunya. Pastinya hal itu akan menjadi momok yang mengerikan bagi wisatawan mancanegara, tak peduli betapa potensialnya kondisi alam negara itu. Kotor sangat indentik dengan kasar, brutal, dan malas. Industri pariwisata adalah image business. Apabila negara itu tidak mampu memberi kesan pertama yang menggoda, maka selanjutnya negara itu bisa menyesali perbuatannya karena sudah terlanjur menjadi miskin.


Kompasiana

h1

Fatin memang Paten!

May 13, 2013

REP | 14 May 2013 | 06:22 Dibaca: 8   Komentar: 0   Nihil

13684873521611569597

Kerinduan akan sosok penyanyi wanita berbakat yang solehah terobati dengan hadirnya Fatin Shidqia Lubis dalan ajang X Factor Indonesia.  Ajang pencarian bakat dalam tarik suara ini memang menjadi salah satu program paling diminati saat ini. Program lain yang menawarkan hal yang sama seperti Indonesian Idol, The Voice atau Indonesia Mencari Bakat juga melakukan hal yang sama dan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Setiap program punya “gacoan” atau unggulan terutama dalam pengemasan dan peserta favorit yang diidolakan banyak penonton. Dalam ajang X Factor yang sudah mulai memasuki babak dua besar, terlihat sangat nyata keberpihakan penonton pada sosok Fatin, yang merupakan murid salah SMA Negeri di Jakarta yang bersuara “emas”   

Kerinduan akan idola yang menjadi panutan memang menjadi fenomena paling “menakjubkan” di jagat hiburan dan politik saat ini. Banyaknya idola yang menjadi budak hedonisme seperti seks bebas, narkoba dan jeratan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) membuat masyarakat merindukan idolanya sendiri dan itu tidak hanya Fatin, seperti di dunia politik orang berharap banyak kepada Jokowi (Joko Widodo, gubernur DKI Jakarta saat ini) untuk mencalonkan diri menjadi Presiden RI berikutnya.  Penulis pernah menayangkan video berupa slide show keduanya dan langsung tidak lama keduanya menjadi dua video dengan ribuan hits. (Saksikan di Youtube :  Jokowi the next president-to the sky dan Fatin Shidqia Lubis – Indonesia X Factor Contestant)   Wow…keduanya memang fenomenal.

Kembali ke Fatin, kelihaiannya dalam menyanyikan segala jenis lagu dalam ajang ini tidak lepas dari peran juri  yang memang juga berharap banyak Fatin bisa lebih banyak berbicara setelah ajang ini, seperti kebanyakan jebolan ajang kompetisi seperti ini yang cuma heboh pada kompetisinya tapi bukan output sesudahnya. Bagaimana nasib Joy, Mike Mohede, Firman, Delon, Ghea dan lainnya yang merupakan jebolan Idol yang luar biasa, namun saat ini pencapaian mereka kurang dan cenderung tidak  ”happening”.

Dukungan masyarakat Indonesia agar Fathin tetap berjilbab juga banyak terekam dari komentar di media sosial, juga dukungan tidak tanggung-tanggung dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) agar Fathin mempertahankan ciri khasnya – muslimah yang taat walaupun harus mengikuti ajang penyanyi komersial yang cenderung sekular.  

Namun dukungan baik lewat SMS atau komentar positif  dan bahkan kritik negatif lainnya memang perlu kedewasaan dalam menyikapinya. Tidak mudah menjadi tokoh yang menjadi sorotan selain harus tetap punya karakter yang disukai publik, juga karena besarnya tekanan “harapan” agar menjadi idola yang paripurna di dalam dan di luar ajang ini. Kita berharap Fatin apapun hasil dari “Dua Besar” yang akan terjadi tetap fokus pada pengasahan talenta bernyanyinya bukan hanya berpikir menjadi juara. Sebab ajang kompetisi yang mengedepankan suara dan dukungan terbanyak via SMS dengan keterlibatan banyak masyarakat (pemirsa televisi) cenderung “bias” dalam menghasilkan juara yang dihasilkan.  Mudah-mudahan X Factor yang baru pertama kali diselenggarakan ini menghasilkan juara yang paripurna.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

h1

Mau Beli HP? Bingung Pilih Android, BB, WP atau iOS?

May 13, 2013

“Apakah Nokia Lumia, BB, Android, dll adalah produk gagal?” Itu adalah pertanyaan yang paling banyak diajukan bahkan dijadikan judul artikel di blog-blog tertentu.
Entah tulisan-tulisan tersebut memiliki tendensi tertentu, bagian dari “black campaign” atau sekedar menarik traffic ke blognya dengan membuat judul yang kontroversial.

Perlu dipahami bahwa ada banyak indikator yang perlu dipakai dalam menentukan sebuah produk berhasil atau gagal. Keberhasilan atau kegagalan sebuah produk juga tidak mutlak di setiap pasar.

Untuk pasar Indonesia sendiri, sebagian besar konsumen Indonesia bukan merupakan tipe early adpoters. Mereka cenderung mengikuti apa yang menjadi tren sebelum pada akhirnya mengadopsi teknologi atau gaya tertentu setelah banyak orang mengadopsinya terlebih dahulu.

Dalam kasus ponsel, ambil contoh saja ketika awal-awal munculnya BlackBerry belum banyak yang melirik. Ketika pasar lain mulai mengadopsi BB konsumen Indonesia masih asyik dengan sistem operasi Symbian yang kala itu menjadi andalan Nokia. Fitur-fitur seperti layar berwarna, resolusi tinggi, mengatur nada dering sendiri dan sebagainya lebih menjadi perhatian.

13684818981054442118Lalu lambat laun bersamaan dengan menurunnya popularitas Nokia (dengan OS Symbian) dan semakin banyaknya pengguna BB di luar negeri (termasuk product placement BB di film-film asing) konsumen Indonesia mulai mengadopsi BB hingga akhirnya menjadi tren.

Sama halnya kondisi ketika Nokia menjadi “ponsel sejuta umat”, BB pun pada akhirnya menjadi “ponsel sejuta umat”. Begitu fanatiknya konsumen Indonesia terhadap BB sampai-sampai bersama dengan India, Indonesia menjadi pangsa pasar utama produk BlackBerry pada saat penjualannya di negara lain merosot.

Tak mengherankan jika pada awal munculnya ponsel-ponsel dengan sistem operasi Android tak banyak konsumen Indonesia melirik atau bahkan pernah mendengar namanya.

Ketika cukup terlambat, baru pada akhirnya perlahan-lahan beralih ke ponsel Android dan mulai muncul fenomena “fanatik terhadap Android”.

Bagaimana dengan iPhone dan iOS nya? Setali tiga uang, alias tak jauh berbeda nasibnya. Tengok saja antrian pembeli ketika iPhone 5 di-launching. Padahal kala itu pasar iPhone di luar Indonesia mulai decline.
Konsumen lain sudah lama “bermain” iPhone ketika konsumen Indonesia masih asyik dengan BB nya.

“Pengguna iPhone merosot? Siapa bilang? Dari data yang saya baca iPhone masih mengalahkan penjualan Android tuh?”

Perlu diingat bahwa pengguna iPhone rata-rata adalah konsumen di negara barat. Ada banyak faktor yang menjadikan penjualan iPhone masih tinggi di pasar negara-negara Barat meski popularitasnya menurun:
Pertama: Mayoritas pengguna ponsel di negara-negara tersebut merupakan pelanggan tetap di operator tertentu. Misalnya berlangganan ke Vodafone, AT&T, Optus dan sebagainya.
Sebagian besar ponsel yang dijual resmi di negara-negara ini bukan ponsel unlocked seperti halnya di Indonesia, melainkan ponsel locked pada operator tertentu baik pra-bayar maupun pasca bayar. Dan tidak semua operator menyediakan semua tipe ponsel terbaru dari berbagai merk dan sistem operasi.

Katakan misalnya Optus (salah satu nama operator) hanya menyediakan iPhone 5 dan Samsung Galaxy S4 untuk model flagship maka jelas pelanggan Optus hanya diperhadapkan pada dua pilihan tersebut ketika kontrak lamanya habis. Kecuali jika pelanggan yang bersangkutan memilih pindah ke operator lain, yang mana jarang sekali terjadi jika tidak ada masalah dengan operator lama.

Kedua, tidak banyak konsumen di negara-negara tersebut yang suka otak-atik ponsel. Sebagian besar dari mereka adalah user murni yang perlu ponsel dengan realibilitas tinggi. Alasan ini masuk akal sebab ponsel-ponsel dengan sistem operasi non open source seperti iOS, WP dan BB tentu bisa lebih diandalkan ketimbang open source seperti Android. Kalau sebelumnya mereka sudah menggunakan iPhone, yang berarti kemungkinan besar juga sudah memiliki akunnya dan menyimpan semua kontak atau bahkan data-data lainnya di iCloud, mengapa harus berganti dengan resiko selain harus menyesuaikan dengan OS baru juga harus memasukkan kembali nama-nama kontak dan data-data ke akun dan ponsel baru?

Justru yang mengherankan adalah konsumen Indonesia yang kini mulai fanatik pada Android padahal tidak pernah berkeinginan mengutak-atik sistem operasi ponselnya atau mengembangkan aplikasinya sendiri.

iOS dan Windows Phone ponselnya Babe-babe?

Banyak pengguna Android yang ketika ditanya mengapa pilih Android daripada iPhone atau Nokia Lumia?
“Nokia dan iPhone kan smartphone buat bokap-nyokap” jawabnya dengan lugu.

Benarkah demikian?
Bisa ya bisa tidak, tergantung!

Saya sendiri adalah pengguna BB di tahun 2009, kemudian berganti ke iOS tahun 2010, lalu Android tahun berikutnya (2011) dan kini menggunakan WP.
Kenapa berganti-ganti? Simple, karena saya ingin mencoba semuanya sebelum menentukan mana yang terbaik.

Terbaik tentulah dalam arti terbaik bagi saya sendiri, penilaian baik atau buruk sangatlah relatif bagi setiap orang. Karena itu bagi saya adalah sebuah pertanyaan menggelikan ketika seseorang bertanya ke forum atau ke Yahoo:
“Ponsel apakah yang terbaik?”
Atau
“Lebih bagus mana Android atau iPhone?”
Dan sebagainya.

Mana yang terbaik antara Android, BB, iPhone dan WP tentulah berpulang pada individu masing-masing. Tergantung kebutuhan, tergantung kondisi keuangan juga.

BB, iPhone dan WP berdasar pengalaman saya menawarkan kemudahan bagi pengguna baru, karena user interface-nya mudah dipahami. Mungkin itu sebabnya sering dikatain sebagai ponselnya bokap-nyokap mengingat orang tua biasanya lebih sulit mempelajari hal-hal baru ketimbang yang lebih muda.

Namun lagi-lagi yang perlu diingat bahwa ada konsekuensi-konsekuensi ketika Anda memilih sebuah sistem operasi. WP, BB dan iOS membatasi keleluasaan pengguna dibanding Android. Namun kalau Anda sekedar user murni, tidak pernah otak-tail sistem operasi dan mengembangkan aplikasi lantas kenapa pilih Android?

Penting untuk calon pembeli ponsel Android

Ya, tentu ada kelebihan lain dari Android. Mengingat sifatnya yang open source maka lebih banyak aplikasi yang tersedia dibanding BB, WP ataupun iOS. Namun perlu diingat juga bahwa aplikasi-aplikasi yang dikembangkan di sistem operasi open source juga tidak semuanya bisa dijamin bebas dari malware, virus dan sebaainya sehingga dituntut kehati-hatian ekstra sebelum mengunduh dan menggunakan.

Beda kalau alasannya adalah soal budget, memang karena sistem operasi Android bisa dibilang gratis sehingga menghemat biaya produksi dan bisa digunakan oleh pabrikan mana saja maka muncul banyak pilihan ponsel Android harga terjangkau mulai dari merek-merek ternama seperti Samsung dan LG sampai merek-merek abal-abal yang tidak jelas.

Yang perlu diperhatikan sebelum membeli ponsel Android adalah: jangan menggunakan merek sebagai patokan!

Samsung memang terkenal karena model-model flagship nya seperti Galaxy S, S2, S3 dan kini Samsung Galaxy S4. Performa dan kualitas line model “S” tersebut tak perlu diragukan. Masalahnya Samsung juga berkesan “keblinger” dengan popularitas Galaxy tersebut sehingga lama-lama berkesan asal ketika meluncurkan produk baru. Seolah kalau sebuah produk sudah diembel-embeli label “Samsung Galaxy” pasti akan laku di pasar.

Dan kenyataannya memang konsumen memiliki persepsi yang sama sehingga semua produk yang dilabeli “Samsung Galaxy” lantas dipersepsi unggul. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Model flagship Android memang masih didominasi oleh Samsung dan HTC. Namun kalau budget Anda tidak cukup untuk model flagship maka sebaiknya pertimbangkan juga merk lain di luar Samsung. Biasanya dengan harga sama atau lebih murah fiturnya lebih kaya.

Saran saya kalau mau membeli model non flagship (model termahal) Android, coba pertimbangkan HTC, LG dan Sony.

Bagaimana dengan merek China? Tidak semua merk China punya kualitas atau reputasi buruk.
Salah satu yang saya rekomendasikan adalah “Huawei” seri “Ascend”. Meski tidak populer di Indonesia namun Huawei Ascend merupakan salah satu merek yang disegani di pasar Eropa. Saya pernah memiliki Huawei Ascend P1 dan menurut saya kualitasnya lebih baik ketimbang device-device BlackBerry yang pernah saya pakai (saya belum pernah punya BB Z10 tapi sekedar sempat mencoba).

Last but not least

Terakhir yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan adalah bahwa sistem operasi non open source seperti iOS, BB dan WP memiliki ekosistem lebih baik ketimbang Android.

Jangan sekedar tergiur karena ponsel Android menawarkan spesifikasi hardware dengan prosesor quad core misalnya. Ekosistem yang baik dalam ponsel BB, WP dan iOS menjadikan ponsel-ponsel tersebut bisa berjalan dengan sangat baik hanya dengan menggunakan single core atau dual core prosesor, dimana untuk performa yang sama ponsel Android memerlukan prosesor quad core.

Akhir kata, jangan pernah fanatik dengan merek/sistem operasi tertentu. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, pertimbangkan dan sesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda jangan sekedar ikut-ikutan orang lain.

Jangan mudah percaya opini atau pendapat orang (termasuk opini saya he..he..). Cari fakta, pelajari fakta dan tentukan pilihan sekalipun harus berbeda dengan orang lain. Jangan sekedar mengikuti arus!


Kompasiana

h1

Dermaga Hati

May 13, 2013


Kompasiana

h1

Dunia Dalam Berita

May 13, 2013
Jadikan Teman | Kirim Pesan

Orang Pandeglang ini sangat menikmati perannya sebagai manusia komunikasi. Kegemarannya menulis sewaktu mahasiswa mengantarkannya bekerja di sejumlah media massa. Setelah lulus dari Program Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia pada 2005, ia terpanggil untuk membagi-bagikan pengalaman dan pengetahuannya di beberapa perguruan tinggi, termasuk kelas-kelas pelatihan bidang komunikasi. Selain menjadi penulis, pengajar, dan pewirausaha, mantan manager program Kick Andy Foundation ini juga seorang trader paper asset berbasis syariah. Salam kenal.

OPINI | 14 May 2013 | 04:01 Dibaca: 19   Komentar: 0   Nihil

JUDUL di atas dipinjam dari salah satu mata acara di TVRI. Dulu, sebelum ada televisi swasta, Dunia Dalam Berita (DDB), termasuk salah satu tontonan terfavorit. Bukan hiburan, isinya. Tidak ada lagu, di dalamnya. Tidak ada lawakan, materinya. DDB malah sangat serius.

Tapi, mengapa paling ditunggu pemirsa? Mungkin Anda menjawab, “Ah, waktu itu, kan, media televisi cuma satu.” Anda benar, tapi tidak sepenuhnya tepat. Jadi, apa sebabnya?

DDB menayangkan kejadian dan peristiwa penting dan menarik dari seluruh mancanegara. Informasi jenis itu, pada saat itu, tidak disediakan oleh sumber informasi lain. Padahal, banyak di antara kita yang ingin tahu apa yang sedang terjadi di Malaysia, misalnya. Apa pula yang terjadi di Amerika Serikat, contohnya.

DDB boleh disebut sebuah fenomena pada zamannya. DDB juga bisa menjadi salah satu ilustrasi tepat untuk menjelaskan pengertian atau konsep berita (news). Kata berita dalam judul mata acara DDB merujuk pada: laporan tercepat peristiwa atau kejadian terbaru yang penting dan menarik bagi sebagian besar pemirsa atau khalayak.

Begitulah pengertian sederhana dari kata berita.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

h1

Preview Arsenal Vs Wigan Athletic 15 Mei 2013

May 13, 2013
Preview Arsenal Vs Wigan Athletic 15 Mei 2013

Sumber Gambar : http://www.cobabet.com

Prediksi Arsenal Vs Wigan Athletic –  Arsenal dan Wigan menghadapi partai hidup mati. Arsenal butuh kemenangan untuk mengamankan posisi di zona Champions, sementara Wigan butuh tiga angka buat selamat dari degradasi. Arsenal tak bermasalah dengan cedera pemain. Hampir semua pemain pilar siap diturunkan. Bahkan Arsene Wenger memiliki sejumlah opsi untuk menentukan skuat terbaiknya.

Sementara Wigan masih harus berlaga tanpa Ronnie Stam, Jean Beausejour dan Maynor Figueroa karena cedera. Tapi pemain lain dalam kondisi dan mood yang baik menyusul kesuksesan mereka mengalahkan Manchester City di final Piala FA

– Arsenal sampai dengan saat ini berada pada posisi ke 5 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan poin 67 dari 36 pertandingan yang dilakoni.

– Wigan Athletic sampai dengan saat ini berada pada posisi ke 18 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan poin 35 dari 36 pertandingan yang dilakoni.

Head To Head Pertandingan :
22 Des 2012     Wigan Athletic 0 – Arsenal 1        (Indonesia Super League)
17 Apr 2012     Arsenal 1 – Wigan Athletic 2        (Indonesia Super League)
3 Des 2011     Wigan Athletic 0 – Arsenal 4        (Indonesia Super League)
22 Jan 2011     Arsenal 3 – Wigan Athletic 0        (Indonesia Super League)
30 Des 2010     Wigan Athletic 2 – Arsenal 2        (Indonesia Super League)

Lima Pertandingan Terakhir Arsenal :

4 Mei 2013    Queens Park Rangers 0 – Arsenal 1        (Indonesia Super League)
28 Apr 2013    Arsenal 1 – Manchester United 1            (Indonesia Super League)
20 Apr 2013    Fulham 0 – Arsenal 1                (Indonesia Super League)
17 Apr 2013    Arsenal 0 – Everton 0                (Indonesia Super League)
13 Apr 2013    Arsenal 3 – Norwich City 1            (Indonesia Super League)

Lima Pertandingan Terakhir Wigan Athletic :
11 Mei 2013    Manchester City 0 – Wigan Athletic 1        (Piala FA)
8 Mei 2013    Wigan Athletic 2 – Swansea City 3        (Indonesia Super League)
4 Mei 2013    West Bromwich Albion 2 – Wigan Athletic 3    (Indonesia Super League)
27 Apr 2013    Wigan Athletic 2 – Tottenham 2            (Indonesia Super League)
20 Apr 2013    West Ham United 2 – Wigan Athletic 0        (Indonesia Super League)

Prediksi Formasi Dan Susunan Pemain Utama :

Arsenal ( 4-4-2 ) : 24.Vito Mannone, ( Kiper ) , 4.Per Mertesacker ( Bek ) , 5.Thomas Vermaelen ( Bek ), 11.Andre Santos ( Bek ), 6.Laurent Koscielny ( Bek ), 2.Abou Diaby ( Gelandang ), 8.Mikel Arteta ( Gelandang ) , 19.Santiago Cazorla ( Gelandang ), 16.Ramsey ( Gelandang ), 17.Olivier Giroud ( Striker ), 9.Lukas Podolski ( Striker ).

Wigan Athletic ( 4-4-2 ) : 26.Al Habsi(Kiper), 5.Caldwell(Bek), 17.Boyce(Bek), 31.Figueroa(Bek), 7.Scharner(Bek), 4.McCarthy(Gelandang), 16.McArthur(Gelandang), 22.Beausejour(Gelandang), 10.Maloney(Gelandang), 2.Kone(Striker), 15.Callum McManaman(Striker).

Prediksi Arsenal Vs Wigan Athletic

Arsenal  3  –  1   Wigan Athletic

Pertandingan antara Arsenal Vs Wigan Athletic ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Mei 2013 Pukul 01.45 WIB yang akan disiarkan secara LIVE oleh GLOBALTV bertempat di Emirates Stadium — London


Kompasiana