h1

Aplikasi Gadget untuk Wisata Murah

May 9, 2013

Dengan gadget di tangan, sebenarnya wisata Anda bisa lebih menyenangkan, kecuali tipe Anda beda dengan saya. Saya seorang flashpacker (backpacking with a bigger budget-wikipedia; bring more technology like laptop and such – lonely planet) dan menganggap merencanakan perjalanan adalah kenikmatan yang utama, setelah itu baru perjalanannya, dan pulang dari perjalanan adalah bagian anti klimaksnya *males beberes*. Kalau Anda tipe yang ‘get lost and find yourself‘, gunakan gadget hanya untuk menelepon helikopter penjemput *ini tersesat dimana yak?*

Sejak memiliki gadget berbasis iOS dan Android, banyak aplikasi yang saya unduh terkait dengan wisata yang akan saya lakukan. Terkait dengan wisata yang murah, dengan aplikasi tersebut saya dapat menentukan akomodasi dan transportasi yang terjangkau kantung, menghemat waktu karena sudah tahu destinasi yang dituju sehingga ngga perlu bingung mau ambil rute yang mana dan naik apa, atau pelengkap lainnya seperti tahu tentang perbedaan waktu dan nilai mata uang di masing-masing negara. Intimya, murahnya bisa tercapai karena kejelasan, hemat waktu dan hemat tenaga.

20130510-000946.jpg

Untuk wisata saya lebih banyak mengandalkan tablet karena layarnya yang lebar dan mudah untuk dibaca *maklum mata tua*. Seperti dapat dilihat pada gambar, baris pertama adalah aplikasi-aplikasi andalan dari App Store untuk mencari hotel idaman. Eh, tidak melulu hotel sih. Ada hostel dan apartemen juga. Saya pakai beberapa aplikasi karena ada aplikasi yang lebih mudah digunakan, lebih detail keterangannya, atau hanya untuk membandingkan pendapat dari mantan pengguna. Bahkan ada satu aplikasi yang sudah integrated dengan rute pesawat, sehingga lebih mudah lagi mengatur perjalanannya.

Kalau sudah tahu mau menggunakan maskapai apa, ada aplikasi yang dibuat oleh maskapai yang bersangkutan. Jadwal penerbangan, harga, termasuk pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi ini. Bukan hanya pesawat, ada pula aplikasi rute MRT, yang dapat dimanfaatkan saat bingung mau ambil jalur yang mana. Untuk negara yang sudah jelas moda dan rute transportasinya, bahkan sampai bis dan waktu datangnya bisa diketahui dari aplikasi.

20130510-001046.jpg

Untuk lokasi secara umum, saya mengandalkan aplikasi Maps buatan Google. Sudah paling OK kok, dengan fitur direction dan mengaktifkan lokasi kita berada, aplikasi akan mudah memandu kita mencapai tujuan. Atau kalau saya ingin tahu dimana tempat makan terdekat, bisa juga mengandalkan keterangan yang otomatis muncul begitu Maps sudah tahu destinasi kita. Beberapa aplikasi juga mengkhususkan diri sebagai pemberi informasi tempat makan terdekat, bank terdekat, ATM terdekat. Jadi meminimumkan resiko tersesat.

Bahkan jika destinasi sudah pasti, misal mau pergi ke tempat wisata tertentu, ada aplikasi yang dibuat untuk tempat wisata tersebut, misal Disneyland. Selain peta dalam bentuk 2 dimensi, Disneyland juga menyediakan virtual tour jadi seolah-olah kita sedang memasuki wahana-wahana yang ada di sana. Aplikasi lainnya adalah waktu tunggu dari tiap wahana, yang memungkinkan kita untuk merencanakan wahana mana yang akan dikunjungi duluan berdasarkan waktu antri secara real time.

Sebenarnya sih kalau belum tahu mau kemana, biasanya saya masuk ke aplikasi TripAdvisor atau Lonely Planet untuk mencari info awal. Setelah itu baru merencanakan dengan lebih detail. Aplikasi lain yang saya gunakan adalah konversi mata uang, waktu, suhu dan keadaan cuaca, dan kalau tersesat di hutan *belum pernah masuk hutan sih* ada aplikasi kompas. Lainnya tentu penerjemah bahasa, saya masih mengandalkan buatannya Google yang sudah lengkap hingga ke contoh pengucapannya.

Tentu semua itu memerlukan jaringan internet, dan gadget yang memiliki operating system yang mendukung. Untuk internet biasanya sampai di negara tujuan saya langsung ganti dengan SIM Card lokal, agar biaya internet bisa lebih murah. Sedangkan kalau jaringannya memang tidak ada, atau gadgetnya tidak mendukung, tidak usah maksa beli gadget baru. Nanti jadinya bukan wisata murah lagi, tapi wisata niat, niat ngabisin duit :).

Toh semuanya bisa didapat dari internet sebelum berangkat, tidak perlu aplikasi khusus. Untuk mengantisipasi tak ada jaringan atau aplikasi yang dibutuhkan, sebelum berangkat biasanya saya sudah catat detail tentang tujuan dan print peta transportasi yang dibutuhkan. Hal lain adalah saya foto semua identitas diri dan dokumen-dokumen perjalanan, disimpan di gadget dan dikirimkan ke email saya sendiri, jaga-jaga kalau data diri kita hilang dalam perjalanan.

Oya, untuk aplikasi made in Indonesia bagaimana? Saya menemukannya di Play Store milik Android. Lumayan ada jadwal maskapai, jadwal kereta termasuk memesan tiket dan aplikasi pesan taksi. Belum saya coba semua karena lebih cepat angkat telepon atau didatengin saja 🙂

20130510-001159.jpg

***

20130510-001415.jpg

Foto: pribadi


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: