h1

Satu Pohon Cukup

May 9, 2013

OPINI | 09 May 2013 | 23:41 Dibaca: 17   Komentar: 0   Nihil

Dua minggu yang lalu, kita baru saja merayakan hari bumi. Hari bumi jatuh pada tanggal 22 april. Mungkin tidak semua orang tau kalau tanggal 22 april merupakan hari bumi, hal itu wajar saja karena hari bumi ini seakan-akan hanya diperingati oleh segelintir orang. Padahal kalau kita cermati seharusnya diperingati oleh setiap orang diseluruh dunia karena di hari bumi ini kita sebagai warga dunia diharapkan lebih peduli lagi terhadap bumi yang kita cintai ini.

Hari bumi dicetuskan pertama kali oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, dia mencetuskan Hari Bumi sejak 1969. Hari Bumi sendiri sebenarnya diperingati untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap lingkungan hidup, namun faktanya saat ini lingkungan kita mengalami kerusakan dimana-mana yang kebanyakan disebabkan oleh ulah tangan manusia.

Kita tau saat ini bumi sudah berumur ratusan ribu atau mungkin jutaan tahun, bumi  sudah semakin tua renta, namun beban yang ditanggung bumi semakin berat, hal itu seiring perkembangan teknologi, perkembangan industri, penebangan hutan secara terus menerus, akibatnya pencemaran lingkungan terjadi dimana-mana. Bahkan menurut informasi ada beberapa kota didunia yang pencemaran lingkungannya sudah dalam tahap bahaya, hal itu tentu saja membuat penduduk dari kota-kota tersebut harus waspada, bila perlu harus mengungsi. Belum lagi beban-beban lain akibat ulah tangan kita, baik yang disengaja ataupun tidak.

Di nusantara sendiri, diindikasikan kerusakan bumi sudah kian banyak, misalnya kita tahu dulu hutan nusantara demikian luas dan rimbunnya, hutan-hutan tersebut tersebar di Sumatra, Kalimantan dan papua serta daerah-daerah lainnya, namun seiring perkembangan jaman, luas hutan kita lama-lama semakin sempit, beberapa penyebabnya antara lain, pengeboran minyak, penebangan pohon-pohon, pembakaran hutan dan masih banyak lagi sebag-sebab yang lainnya. Hal itu tentu saja akan semakin merusak bumi kita tercinta.

Lantas apa yang bisa kita lakukan, hal kecil yang akan berdampak besar bagi kelestarian bumi kita salah satunya dengan menanam pohon/menabung pohon. Kenapa begitu, karena hutan dan ekosistemnya merupakan paru-paru bumi. Jika kita merusak paru-paru bumi ini maka secara otomatis bumi kita pun akan rusak. namun dukungan dari pemerintah pun tidak kalah penting, salah satu kebijakan pemerintah dalam rangka melestarikan bumi adalah dengan membuat moratorium hutan.

Salah satu kebijakan moratotium yang dikeluarkan pemerintah yakni dengan di terbutkannya Inpres No 10 Tahun 2011, namun sayangnya umur inpres ini tinggal beberapa hari lagi, kendati begitu banyak pihak yang meninginkan moratorium ini diperpanjang.

Menurut beberapa sumbet Tujuan utama moratorium adalah untuk memperbaiki tata kelola hutan serta mengurangi deforestasi. dismping itu juga bisa mengurangi emisi karbon dioksida. Organisasi Conservation International (CI) memaparkan dengan moratorium, pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi di hutan primer dan gambut bisa berkurang 8,3 persen

Dua hal diatas akan mempunyai hasil yang maksimal, karena jika satu orang menanam minimal satu pohon, maka bisa dibayangkan beberapa tahun ke depan hutan kita akan semakin lebat, ditambahlagi adanya aturan moratorium hutan yang jelas dan terukur maka bukan tidak mungkin suatu hari nanti, hutan kita semakin lebat, maka secara otomatis, beban bumi akan semakin berkurang, bumi kita akan menjadi rindang, lestari dan juga lebih nyaman bagi kita.


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: