h1

aku,kompetisi dan kekalahan

May 13, 2013

REP | 13 May 2013 | 11:25 Dibaca: 33   Komentar: 0   Nihil

Aku ingat ketika zaman SD dulu pernah ikut lomba cerdas cermat mewakili  sekolahku,dan aku dikalahkan oleh siswa SD Kristen.hal itu membuatku merengek pada ayah untuk memindahkanku ke SDkristen tapi ayah tidak mau.Akhirnya aku menambah jam belajarku untuk menghadapi lomba berikutnya yang diadakan 3 bulan mendatang,karena lawanku tetaplah sama dan dari sekolah yang sama.Usahaku tidak sia sia akhirnya aku bisamengalahkan lawanku yang memang dari dulu selalu menjadi musuh bebuyutan SDku.Tapi kemenangan itu tidak membuatku bangga ada sesuatu yang berbeda karena aku sudah belajar tentang kalah dan di kalahkan.

Beberapa saat lalu aku bertemu dengan seorang lelaki yang seksy otaknya,dia cendekiawan muda,smart ,alumni sebuah pesantren dan lulusan perguruan tinggi luar negeri.Punya selera film kartun dan lagu yangciamik,dan ini menambah kadar keseksiannya beberapa tingkat lagi.Aku tidak tau kalau dia punya kekasih,dan drama itu dimulai ketika dia pulang ke Indonesia ditambah intensitas hubungan kami yang meningkat.

Dunia ini laga kompetisi,kita dan ego adalah sinergi yang sempurna.selalu ingin menjadi yang paling.saat menang menjadi tujuan dan untuknya kita menghalalkan segala cara,saat kita berkompetisi habis habisan atas nama ego walaukadang harus curang mencurangi dan saat orang memandang kita dengan sorotan dan kita menolak menjadi kalah,dan apakah kemenangan masih menjadi penting?

Dan begitupula aku dalam waktu yang terbatas aku berusaha memenangi dia dari kekasihnya,dalam kisah cinta segitiga,dan aku kalah dan dia kembali keluar negeri.Menang kalah bagiku tak lagi penting kalau di dalamnya tidak ada sesuatu yangbisa dipelajari,aku memang perlu kalah dalam cerdas cermat itu agar aku tau bahwa tidak semua yang aku inginkan tidak selalu bisa aku dapatkan,aku memang pantas  ditampar kenyataan ketika dia memilih kembali melanjutkan studynya keluar negeri bersama kekasihnya.Untuk aku tau bahwa ada beberapa lelaki yang tidak patut aku perjuangkan sebegiturupa apalagi kategori “tidak setia”.Yang ketika jauh dengan kekasihnya menjajakan hati pada yang lain.Menang untuk kalah atau kalah untuk menang???????????????

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: