h1

Resensi Buku: Ja(t)uh

May 3, 2013

Judul                : Ja[t]uh

Penulis             : Azhar Nurun Ala

Penerbit          : Azharologia

Tebal buku      :146 halaman

Tanggal terbit : April 2013

“Kamu ingin tahu bagaimana rasanya seketika lupa cara bicara? Jadilah aku, lalu temui dirimu. Esok, lusa, atau kapanpun kamu bersedia. Maka kamu akan merasakan getar-getar itu: gempa bumi pribadi yang membuat jiwamu seolah luluh tanpa daya.”

Ja(t)uh merupakan kumpulan cerpen, puisi, serta prosa-prosa ringan yang sebagian besar pernah dipublikasikan di blog azharologia dan ditulis selama tahun 2011-2013. Ja(t)uh berisi tentang proses pencarian jati diri, pemaknaan terhadap cinta, serta renungan-renungan sederhana tentang kehidupan. Tanpa bermaksud menebarkan kegalauan di muka bumi apalagi menggurui, Ja(t)uh hadir terutama untuk mengajak kita memaknai kembali cinta: betapa suci dan indahnya ia.

Dalam buku ini, Azhar mengajak para pembacanya untuk ikut jatuh dalam pusara kehidupan yang tidak utopis, namun indah. Sakit, tapi juga nikmat. Rindu, tapi juga bahagia. Bukan, bukan kegalauan ala anak muda yang cengeng dan tidak berlandaskan akal sehat. Semua yang ditulis oleh Azhar, meski –katanya- adalah apa yang ia rasakan dalam hati, namun mampu menularkan sebongkah semangat dan optimisme. Bahwa cinta itu indah. Dan orang yang tak mampu melihat indahnya cinta, hanya perlu melihat ia dari sudut pandang yang berbeda saja. Bahwa rindu, sekali pun sesak, kadang lebih baik dan lebih suci untuk menjaga cinta itu sendiri.

Pemaknaan yang religius namun tidak menggurui, dan bahasa yang mengalir dengan diksi yang begitu indah, membuat buku ini sangat cocok bagi siapa pun. Siapa pun yang ingin jatuh, pernah merasakan jatuh, ataubahkan sedang jatuh.

NS


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: