h1

keadilan

May 7, 2013

OPINI | 08 May 2013 | 06:14 Dibaca: 4   Komentar: 0   Nihil

Dewasa ini keadilan masih belum ada bukti yang signifikan, karena dilihat dari kehidupan yang terjadi, yang dapat kita lihat di media elektronik, cetak maupun kejadian yang kita lihat sendiri. Salah satu pendapat menurut Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Keadilan memang dapat dilihat dari pemerintahan, bagaimana pemerintah dapat menerapkan aturan tentang keadilan bila pemerintahnya saja tidak menjalankannya, seperti pepatah yang sering kita dengar, yaitu ”Tong kosong, nyaring bunyinya”.

Seperti dalam Pancasila yang terdapat pada sila ke 2, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dari sila tersebut dapat diartikan betapa Indonesia menjunjung tinggi keadilan dan adab kepada setiap manusia. Meskipun keadilan di Indonesia belum sepenuhnya ditegakkan dengan seadil-adilnya, tetapi keadilan masih diperlukan dalam berkehidupan. Contoh kecil dari usaha kita untuk mewujudkan keadilan yang seadil-adilnya. Misalnya saja dari satu kue yang utuh, kita berbagi dengan dua orang, janganlah berfikir untuk melebihkan bagian kita dengan mengurangi bagian yang lain, dari situ kita dapat menyimpulkan diri sendiri terlebih dahulu, apakah kita sudah mempunyai rasa adil atau tidak.

Jujur merupakan keadilan yang sangat terlihat pentingnya, dimana kita harus adil disitu kita harus menegakkan kejujuran. Tanpa keadilan apalah arti dari negeri ini? Tanpa kejujuran apalah arti dari bangsa ini? Hanya sifat anarki dan keegoisan yang ada, hanya koruptor dan pembohong yang berkembang. Wujudkanlah rasa keadilan dalam diri kita, agar suatu saat bila kita menjadi seorang pemimpin kita sudah terbiasa dengan keadilan yang sebenarnya, keadilan yang mendahulukan orang lain bukan keadilan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: