h1

Apa Artinya Batik Indonesia Diakui Sebagai Warisan Dunia?

May 8, 2013

Sebagaimana dimaklumi batik telah diakui dunia sebagai milik Indonesia. Tanggal 2 Oktober 2009 badan pendidikan dan kebudayaan dunia (UNESCO) menetapkan batik Indonesia sebagai karya agung lisan dan abstrak warisan kemanusiaan (masterpiece of oral and intangible heritage of humanity). Untuk itu UNESCO meminta Indonesia untuk melestarikan budaya batik tersebut.

Walaupun demikian, harus diakui bahwa masyarakat Indonesia belum mengoptimalkan pengakuan dunia akan batik tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ketika Malaysia mengklaim bahwa corak batik tertentu merupakan milik Malaysia dan didaftarkan di badan intelektual dunia (WIPO), kita protes. Atau ketika batik cetak buatan RRC memasuki pasar Indonesia kita juga kecewa.

Bagaimana kalau sekarang ini kita manfaatkan batik sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Produk Batik Empat Musim

Pertama pengrajin batik perlu dibantu agar mengetahui kebutuhan batik dunia itu seperti apa. Dalam kaitan ini pemerintah dan pihak universitas dapat membantu. Contoh kongkretnya perlu membuat bahan batik sesuai dengan kebutuhan. Misalnya agar batik dapat digunakan di negara yang memiliki empat musim, perlu dibuat bahan dasar yang sesuai. Bahan katun batik lengan pendek mungkin sangat tepat untuk digunakan pada musim panas.

Batik lengan panjang yang dilapisi dengan penghangat mungkin sangat tepat untuk musim dingin. Demikian juga tentang warna dan mode perlu memanfaatkan kreasi para perancang Indonesia yang tidak kalah dengan perancang asing. Apalagi dalam labelnya dibuat bahwa batik ini sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, mungkin orang akan lebih tertarik lagi.

Alat Bantu Batik dan Kemasan

Yang kedua, cara membatik perlu dibantu. Ahli-ahli dari universitas misalnya perlu dilibatkan agar produksi dan penghasilan para pengrajin dapat ditingkatkan misalnya dengan membuat semacam tuangan atau pola tanpa menghilangkan keaslian batik itu sendiri.

Selanjutnya kemasan batik dapat dilakukan dengan memanfaatkan cara-cara negara maju di mana di setiap toko ditampilkan satu contoh saja dan di bawahnya sudah tersedia batik yang sama dengan yang dipajang, dan sudah dikemas dengan rapi sehingga orang tidak malu menentengnya. Pembeli tidak perlu membuka kemasannya karena dijamin pasti sama dengan yang dipajang. Pengunjung tinggal memilih dari barang yang ditampilkan saja. Dalam kaitan ini pemerintah daerah dapat membantu menjadi jaminannya.

Wisata Batik

Yang ketiga perlu dibuat kegiatan khusus semacam wisata batik yang nyaman dan menyenangkan. Misalnya orang yang tinggal di hotel dibuat saja kegiatan untuk mengunjungi tempat batik. Namun perlu kerjasama dengan berbagai pihak agar menyenangkan dan jangan sampai mengecewakan para turis. Bila perlu dibangun saja satu tempat luas dan nyaman di Yogyakarta sebagai pusat kegiatan wisata batik. Mungkin dibuat bagus sehingga para kepala negara pun pantas berkunjung ke sana. Sebagai informasi, Presiden Afsel Nelson Mandela katanya dikenal senang menggunakan batik Indonesia.

Dengan kata lain setiap turis berkunjung ke Indonesia harus membawa oleh-oleh batik Indonesia.

Kalau ini bisa dilakukan, maka pengakuan dunia akan batik Indonesia akan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain kekayaan yang kita miliki dapat dioptimalkan secara kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita.


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: