h1

Jala Bersekala Tinja

May 12, 2013

REP | 13 May 2013 | 00:49 Dibaca: 19   Komentar: 0   Nihil

Selalu, dipersulit oleh masalah birokrasi yang
berbelit-belit. Prosedur awal melenceng maka solusi terbaik hanya dengan cara damai bernama uang pelumas, atau hengkang jika tak berkenan.

Mau tidak mau, lingkaran tikus seperti itu menjadi umpan terbaik menjadi wadal perantara, sebelum nafasmu habis diantara cerobong konstruksi yang belum jadi.

Mungkin ini adalah cara lumrah, untuk mereka yang ingin belajar membunuh kepada sesama, karena haruslah dusta menjadi tinta.

Tapi bagi kami, tak ada kata lain, selain harus bertahan dari endusan bahasa musang yang siap menyerang.

Ini bukan pilihan tetapi hanya disuguhkan, lalu
dipilihkan.

Sekarang kita bertahan atau mengalah, namun gerak kita adalah kartu mati.

Maka, cara belati atau api, ini adalah pilihan hidup yang tidak pernah jauh dari hidup seorang lelaki, untuk terus menari agar tak lekas mati.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: