h1

Exportir Australia Diperiksa BPK Terkait Impor Daging

May 9, 2013

REP | 09 May 2013 | 09:46 Dibaca: 4   Komentar: 0   Nihil

Sesuai dengan pemberitaan Meat Trade News Daily. Belum lama ini BPK menemui Geoff Bull, Managing Director Allegro Exports yang berkantor di Fremantle Australia, untuk melakukan pemeriksaan terkait kasus korupsi impor daging. Pada bulan Juli 2012, 188 kontainer berisi daging sapi beku ditahan di Tanjung Priok, Jakarta dimana 23 kontainer berasal dari perusahaannya. 188 kontainer tersebut di ekspor kembali ke Australia oleh Kementrian Perdagangan. Atas re-ekspor tersebut, Allegro Exports merugi 1 juta USD untuk biaya pelabuhan dan transport.

Seperti diberitakan di berbagai media di Indonesia, Kementrian Perdagangan menyatakan 118 kontainer daging sapi ilegal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok dikembalikan ke negara asalnya, Australia. Pasalnya importir mendatangkan daging-daging itu tanpa Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diterbitkan Kementrian Perdagangan.

Benarkah Allegro Exports, yang selama ini berpengalaman menjadi mitra impor Indonesia, telah mengekspor daging beku tanpa izin?

Managing Director Allegro Export membantahnya. “Kementrian Perdagangan telah menandatangani Surat Persetujuan Impor, namun Badan Karantina menolak memberikan ijin”.

Penahanan ratusan kontainer daging sapi oleh Badan Karantina di bawah Kementrian Pertanian ini telah menyebabkan hilangnya daging sapi dan melonjaknya harga daging sapi di pasaran tahun lalu. Serta berujung pada kasus suap yang melibatkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang ditahan KPK akhir Januari 2013.

– Esther Wijayanti –

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: