h1

Menghadirkan Tuhan Dalam Diriku

May 7, 2013

REP | 07 May 2013 | 19:11 Dibaca: 5   Komentar: 0   Nihil

13679284171999826913

Sumber Foto: Dalam Renunganku Semalam

Terus terang aku sendiri belum pernah merasakan kehadiran Tuhan dalam diriku. Entah, apakah karena aku masih menyimpan keraguan dalam diriku sehingga akibatnya Tuhan menjauhiku.

Dalam sholat aku terus berusaha dengan khusu’ sambil membaca ayat-ayat kebesarannya. Namin, hal itu belum juga ada titik temu. Kadang-kadang batinku berpendapat bahwa dalam beberapa hal Tuhan itu sering menyembunyikan kehendaknya. Sementara akal bebasku berkata Tuhan itu maha tersembunyi, sehingga tidak menampakkan diri dengan jelas, dan hanya karena kepercayaanku akan adanya Tuhan serta Wahyu yang berupa kitab suci Al-Qur’an, serta Muhammad itu adalah manusia pilihan yang di utus untuk manjadi Nabi dan Rasul yang diberikan predikat sempurna oleh Tuhan. Makan pada resultante terakhir aku berpendapat bahwa secara total Islam itu baik dan sempurna.

Dalam do’a aku pun berharap Tuhan memaklumi ketidaktahuanku ini. Sejauh yang aku amati akhir-akhir ini Agama telah kehilangan peranannya, petunjuk-petunjuk teks dalam Al-Qur’an tidak dapat tidak mampu menjawab persoalan-persoalan dunia, yang ada secara riil dalam Agama kita hanya menjual ayat-ayat kitab suci yang di sakralkan. Entah, indikator ketidak mampuan menjawab fenomena yang terjadi tersebut disebabkan karena katidakmampuan akal kita untuk menjawabnya atau memang teks isi-isi dalam Al-Qur’an itu perlu diperbaharui? Kalau soal ketidakmampuan akal kita mencerna isi teks yang ada dalam Al-Qur’an itu, aku pikir sampai sampai saat ini pun aku belum tahu letak keterbatasan akal ini.

Mengintegrasikan Tuhan dalam diri ini saja aku belum bisa, bagaimana aku mengintegrasikan ajaran Al-Qur’an yang kaya akan nilai-nilai kesusastraan itu..?

Aku yakin ini adalah proses pribadiku yang belum selesai aku bentuk, sehingga banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dengan sempurna.

Tuhan maklumi aku ya,, ini akal bebasku yang bicara, bukannya aku hendak merong-rong otoritasmu absolutmu itu..

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
%d bloggers like this: