Posts Tagged ‘Tahu’

h1

Coba Raffi Ahmad & Artis Tahu Manfaat Antioksidan….

May 11, 2013

ARTIS IDENTIK dengan NARKOBA? Artis-artis kini semakin dianggap dekat dengan miras santika, atau obat-obatan terlarang (narkoba). Terakhir yang begitu menyita perhatian adalah kasus Raffi Ahmad. Padahal jika mereka paham, dan mau berpikir sedikit saja, ada minuman/makanan yang bisa menggantikan fungsi “narkoba” yang dipakainya. Fungsi itu misalnya yaitu: tidak mudah lelah, walaupun tidak cukup tidur, daya tahan tubuh tetap prima walaupun pekerjaan menumpuk, stres, dan super sibuk. Apa itu? Namanya ANTIOKSIDAN.

Mengapa Antioksidan bisa menggantikan “peran narkoba”? Antioksidan di sini adalah antioksidan yang sifatnya alamiah, atau terbuat dari bahan-bahan alami, seperti sayuran atau/dan buah-buahan. Ada antioksidan yang terbuat dari buah-buahan dan saat ini mempunyai nilai ANTIOKSIDAN di Indonesia dan Australia di kelasnya. Dengan nilai/skor antioksidan yang tinggi itu, produk tersebut, mampu mencegah pengrusakan sel-sel dalam tubuh kita karena serangan radikal bebas. Radikal bebas ini datang dari makanan/minuman, lingkungan atau akibat sisa metabolisme dalam tubuh, kondisi stres, kurang tidur, dan kelelahan. Dengan gempuran radikal bebas tersebut, maka bisa dipatikan kekebalan tubuh akan menurun, sel-sel akan mulai dirusak, dan kita mudah terserang penyakit.

Serangan radikal bebas itu tidak akan terjadi dan bisa diblok oleh ANTIOKSIDAN dalam jumlah yang cukup (tepat) bila kita mengonsumsinya. Dan karena alami (terbuat dari buah dan/atau sayuran) maka tidak ada efek samping yang timbul. Sel-sel tubuh akan tetap baik regenerasinya, kekebalan tubuh juga bagus, metabolisme lancar. Meskipun kita kurang tidur dan kelelahan, dengan mengonsumsi antioksidan yang cukup, maka tidur kita yang hanya sedikit jumlah jamnya itu tetap akan berkualitas! Kinerja organ-organ tubuh juga tetap optimal. Wajah tetap ceria, bersinar, sehat bugar.

Bisa dibilang, dengan ANTIOKSIDAN, kerja 24 jam sehari hayo….. sering begadang hayo….. pengin tetap segar dan bugar? hayo….

Harga Antioksidan itupun tidaklah mahal. Bahkan mungkin relatif lebih murah dibanding bila beli narkoba jenis tertentu. Apalagi konsumsi antioksidan jelas tidak berisiko fatal seperti bila seseorang memaki narkoba. Nah, untuk teman-teman artis atau yang punya teman artis, Anda bisa mencoba secara rutin mengonsumsi antioksidan ini. Ditanggung lebih banyak manfaatnya ! Produk-produk antioksidan juga sudah banyak di pasaran. Pilihlah dari perusahaan yang terkemuka dan bisa dipercaya…..

Pilih narkoba atau antioksidan? pilih investasi sehat atau kecanduan? pilih aman atau masuk penjara/rehabilitasi?

Tidak perlu kecerdasan tinggi rasanya UNTUK memiliih SATU dari dua pilihan ini bukan…..

Coba Raffi Ahmad dan para artis itu tahu antioksidan…pasti tak bakalan menyentuh miras santika!


Kompasiana

h1

Sok Tahu, Vege, dan Telur

April 19, 2013

OPINI | 19 April 2013 | 22:48 Dibaca: 15   Komentar: 0   Nihil

Karena sok tahu dan juga ketidakmau-tahuan, kita jadi sulit menerima kebenaran. Dengan mau belajar sedikit tahu, maka kita akan menjadi banyak tahu.

Awalnya seorang teman kerja memuji kekonsistenan saya dalam menjadi seorang vegan. Ia melihat hampir setiap hari apa yang saya makan itu-itu saja. _ Padahal sebenarnya bosan juga. Pengen sesekali makan di restoran vege.

Namun teman ini mengkritik juga akhirnya ketika melihat saya masih menyantap telur. Bukankah sebutir telur itu memiliki kehidupan?

Saya mencoba menjelaskan, bahwa jenis telur yang boleh dimakan itu bukan sembarang telur. Tapi jenis telur yang tidak mengandung bibit alias tidak bisa menetes. Contohnya telur ayam negeri di pasaran.

Penjelasan saya langsung mendapat bantahan. “Gimana sih kamu. Kalau gak bisa netes, terus ayamnya dari mana?”

Saya berusaha menerangkan, bahwa ayam petelur itu memang dipelihara untuk diambil telurnya. Ayam-ayam itu dipelihara di kandang dan diberi makan secara khusus dan semuanya itu betina. Jadi tidak ada jantannya.

Sementara untuk menghasilkan bibit-bibit ayam petelur ini ada lagi tempat pemeliharaan secara khusus. Semua itu ayam-ayam pilihan dan dikawinkan.

Penjelasan saya tetap kurang diterima dan direspon dengan baik. Saya katakan, saya tahu hal itu karena pernah bekerja di peternakan sekitar enam tahun.

Ya sudahlah. Saya lagi malas berdebat. Saya sudah berusaha menjelaskan kebenarannya. Saya kira sudah lebih dari cukup.

Saya hanya berharap untuk tidak belajar menjadi sok tahu akan hal yang sebenarnya tidak saya ketahui. Lebih baik merasa sedikit tahu, sehingga akan belajar menjadi banyak tahu di kemudian hari.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana