Posts Tagged ‘MEMANG’

h1

Fatin memang Paten!

May 13, 2013

REP | 14 May 2013 | 06:22 Dibaca: 8   Komentar: 0   Nihil

13684873521611569597

Kerinduan akan sosok penyanyi wanita berbakat yang solehah terobati dengan hadirnya Fatin Shidqia Lubis dalan ajang X Factor Indonesia.  Ajang pencarian bakat dalam tarik suara ini memang menjadi salah satu program paling diminati saat ini. Program lain yang menawarkan hal yang sama seperti Indonesian Idol, The Voice atau Indonesia Mencari Bakat juga melakukan hal yang sama dan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Setiap program punya “gacoan” atau unggulan terutama dalam pengemasan dan peserta favorit yang diidolakan banyak penonton. Dalam ajang X Factor yang sudah mulai memasuki babak dua besar, terlihat sangat nyata keberpihakan penonton pada sosok Fatin, yang merupakan murid salah SMA Negeri di Jakarta yang bersuara “emas”   

Kerinduan akan idola yang menjadi panutan memang menjadi fenomena paling “menakjubkan” di jagat hiburan dan politik saat ini. Banyaknya idola yang menjadi budak hedonisme seperti seks bebas, narkoba dan jeratan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) membuat masyarakat merindukan idolanya sendiri dan itu tidak hanya Fatin, seperti di dunia politik orang berharap banyak kepada Jokowi (Joko Widodo, gubernur DKI Jakarta saat ini) untuk mencalonkan diri menjadi Presiden RI berikutnya.  Penulis pernah menayangkan video berupa slide show keduanya dan langsung tidak lama keduanya menjadi dua video dengan ribuan hits. (Saksikan di Youtube :  Jokowi the next president-to the sky dan Fatin Shidqia Lubis – Indonesia X Factor Contestant)   Wow…keduanya memang fenomenal.

Kembali ke Fatin, kelihaiannya dalam menyanyikan segala jenis lagu dalam ajang ini tidak lepas dari peran juri  yang memang juga berharap banyak Fatin bisa lebih banyak berbicara setelah ajang ini, seperti kebanyakan jebolan ajang kompetisi seperti ini yang cuma heboh pada kompetisinya tapi bukan output sesudahnya. Bagaimana nasib Joy, Mike Mohede, Firman, Delon, Ghea dan lainnya yang merupakan jebolan Idol yang luar biasa, namun saat ini pencapaian mereka kurang dan cenderung tidak  ”happening”.

Dukungan masyarakat Indonesia agar Fathin tetap berjilbab juga banyak terekam dari komentar di media sosial, juga dukungan tidak tanggung-tanggung dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) agar Fathin mempertahankan ciri khasnya – muslimah yang taat walaupun harus mengikuti ajang penyanyi komersial yang cenderung sekular.  

Namun dukungan baik lewat SMS atau komentar positif  dan bahkan kritik negatif lainnya memang perlu kedewasaan dalam menyikapinya. Tidak mudah menjadi tokoh yang menjadi sorotan selain harus tetap punya karakter yang disukai publik, juga karena besarnya tekanan “harapan” agar menjadi idola yang paripurna di dalam dan di luar ajang ini. Kita berharap Fatin apapun hasil dari “Dua Besar” yang akan terjadi tetap fokus pada pengasahan talenta bernyanyinya bukan hanya berpikir menjadi juara. Sebab ajang kompetisi yang mengedepankan suara dan dukungan terbanyak via SMS dengan keterlibatan banyak masyarakat (pemirsa televisi) cenderung “bias” dalam menghasilkan juara yang dihasilkan.  Mudah-mudahan X Factor yang baru pertama kali diselenggarakan ini menghasilkan juara yang paripurna.

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

Advertisements
h1

DEMI ALLAH KADER PKS MEMANG DI CUCI OTAKNYA

May 2, 2013

OPINI | 02 May 2013 | 12:49 Dibaca: 19   Komentar: 0   Nihil

Pada saat ini di media sosial on line sedang terjadi perang opini antara PKS Lover’s dan PKS Hater’s. Banyak dari para PKS Hater’s yang menyatakan kader PKS sudah dicuci otaknya sehingga membela partainya matian-matian. Saya sebagai orang yang dekat dengan PKS berani menyatakan Demi Allah memang kader PKS telah dicuci otaknya. Orang yang mudah dicuci otak biasanya adalah orang yang berpendidikan rendah, kesempitan rejeki atau ada masalah sosial. Tapi syarat ini tidak terlihat pada kader PKS. Banyak dari kader PKS yang berpendidikan tinggi lulusan Doktor dari Luar negeri dari beragam keilmuan. Banyak dari kader PKS yang berasal dari keluarga mampu dan terpendam. Latar belakang sosial  kader PKS juga beragam. Ada yang berlatar belakang pesantren tapi juga banyak yang berlatar belakang preman jalanan.

Terus dengan apa kader PKS dicuci. Ternyata kader PKS dicuci dengan Al Qur’an dan Hadist. Kader PKS dicuci dengan keteladan para teman ngajinya yang saling berlomba dalam beribadah. Hasilnya ada manta atil renang yang sekarang berjilbab, ada mantan preman yang sekarang mau belajar Iqro dan mantan Islam liberal yang sekarang menjadi kader PKS. Terus siapa yang mencuci, yang mencuci ternyata diri kader masing-masing. Pada wal tarbiyah  para kader telah diberi materi tentang pentingnya Sibghoh bagi pembentukan karakter. Jadi sekalai lagi saya tekankan Kader PKS memang telag dicuci otaknya

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana