Posts Tagged ‘Indonesia’

h1

Pagi ini Indonesia Gerhana Matahari Total

May 10, 2013

Gerhana Matahari total yang akan terlihat di Indonesia pada pagi hari ini pukul 06.00 ternyata belum terlihat ada tanda-tanda kegelapan yang ada hanya awan mendung dipagi hari ini khususnya di Kota Depok, konon batas terlihat Gerhana Matahari Total ini sampai pukul 06.25 WIB.

Padahal berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Profesor Riset Astronomika-Astrofisika LAPAN yakni Thomas Djamaluddin dalam blognya mengatakan, gerhana matahari total akan terlihat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Sementara Pulau Jawa hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian. Mungkin karena pulau jawa hanya sebagian, pantes saja Kota Depok yang berada dipulau jawa cuma kebagian mendung doang he he he

Kondisi ini sama seperti apa yang disampaikan oleh Thomas yang mengatakan, kalau pulau Jawa tidak melihat gerhana maksimum, hanya mengalami akhir gerhana,” kata Thomas. Menurutnya, gerhana matahari cincin ini juga akan melintas Australia dan berlanjut ke Pasifik.

Wilayah Papua Timur bisa menyaksikan gerhana sebagian lebih dari 60%. Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Selawesi bagian Selatan, Maluku, dan Papua Barat mengalami gerhana 40% – 50%. Kalimantan dan sebagian besar Sulawesi dan Maluku Utara mengalami gerhana 20% – 40%.

Buat teman-teman kompasiana yang tinggal di Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, Maluku, dan Papua lebih beruntung, karena dapat mengalami gerhana matahari total, selamat ya sudah nonton Gerhana Matahari Total

Sumber : nasional.news.viva.co.id

Berita Lainnya :

Wulung Pesawat Tanpa Awak Milik Indonesia

Tabrakan Asteroid 2011 AG5 Dengan Bumi

Roket RX520 Bikin Takut Negara Tetangga

6 Calon Planet Baru Hunian Manusia


Kompasiana

Advertisements
h1

PKS, Perang Khandak dan Istana Republik Indonesia

May 8, 2013

PKS, Perang Khandak dan Istana Republik Indonesia

A. PKS

Akhir-akhir ini Partai Keadilan Sejahtera sering mendapat cobaan, berbagai fitnah dilontarkan, tuduhan berzina, tuduhan korupsi, dan sebagainya. Tuduhan-tuduhan yang ingin menjatuhkan partai ini, menghancurkan partai, merusak tali persaudaraan para kader partai keadilan sejahtera, menanamkan rasa pesimis dan kecewa kepada para asatidz partai ini. Mereka melakukan konspirasi dengan segala cara dan teknik sehingga partai ini benar-benar hancur dan para kadernya akan menjadi malu kepada masyarakat apabila bertemu. Cara yang mereka lakukan sangat beragam, mulai dari menggunakan kekuasaan untuk menangkap Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishak dengan kasus suap impor dan perempuan gelap, kemudian mereka juga ingin menghancurkan pks melalui media-media yang mereka punya sehingga setiap berita televisi, majalah dan koran adalah kasus suap impor mantan presiden pks.

Saudaraku seiman yang dirahmati allah, sungguh ini semua adalah cobaan dan tantangan yang allah berikan kepada kita jamaah ini sebagai bukti kecintaan dan kesayangannya kepada kita sebagai hambanya yang sedang menunaikan tugasnya. Saudaraku, saya juga ingin mengatakan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari dosa, kita manusia lemah yang selalu mengharapkan bantuannya. Oleh karena itu, kita harus merelakan diri kita untuk diuji oleh allah, dicoba oleh allah karena kita ini bukan rasul. Cobaan yang hari ini kita rasakan masih sangat kecil, belum seberapa bandingan dengan mereka rasul yang Ulul Azmi.  Mereka rasul ulul azmi saja diuji oleh allah dengan cobaan yang lebih berat daripada yang kita rasakan saat ini. Ada sebagian rasul itu diuji dengan dibakar dalam api yang sangat menyala seperti nabi Ibrahim As, ada yang diusir dari rumah sehingga menjadi buronan Nabi Musa, ada yang ingin dibunuh sehingga melarikan diri kedalam gua seperti Nabi Isa As, ada juga ujian seperti Nabi Nuh As, dan ada juga ujian yang lebih berat seperti Nabi Muhammad Saw.

Hari ini kita harus menyadarkan diri kita bahwa kita adalah jamaah dakwah yang tidak akan pernah luput dari cobaan dan tantangan untuk memperjuangkan kalimah la ilaha illallah, karena bukan dakwah namanya kalau tidak ada orang yang menghambat perjalanan para da’inya. Saya berharap bahwa masalah hari ini yang menimpa jamaah, kita jadikan sebagai sebuah semangat atau tekad untuk memperkuat barisan kita dalam jamaah ini dan semakin memperkokoh akidah keyakinan kita kepada allah. Sebab sejahat-jahat makar yang mereka buat hari ini untuk kita, jauh lebih baik makar yang allah buat untuk mereka. Akan tetapi, untuk menenangkan hati kita saat ini, ada baiknya kita membaca kembali, mengingat kembali sirah nabawiyah yang telah kita pelajari yaitu tentang Perang Ahzab (perang khandak). Kenapa mesti perang khandak? Karena peristiwa ini hampir seimbang dengan yang kita rasakan hari ini, walaupun ruang kondisi dan situasinya berbeda, namun misi yang kita emban dan cobaan yang kita rasakan hampir sama. Namun kita mempunyai kelebihan yang besar yang kita miliki daripada sahabat, dimana kita berjuang tanpa seorang rasul, dan para sahabat berperang dan berjuang dengan bersama rasul.

B. Perang Khandak (ahzab)

Perang khandak adalah salah satu perang yang diikuti oleh rasul dan para sahabat, terjadi pada Bulan April Tahun 627 Masehi (Dzulqa’dah 5 H). Perang ini adalah perang yang paling sulit sekali bagi kaum muslimin, perang yang membuat hati umat islam sudah mulai tidak tenang, perang yang membuat pikiran, perasaan menjadi pusing 7 keiling dan perang yang membuat nafas kaum muslimin menjadi sesak. Kondisi kota madinah pada saat itu dan kaum muslimin sangat mengkhawatirkan, dimana pada waktu itu terjadi musim dingin yang berkepanjangan, kemudian terjadi gagal panen kurma, krisis pangan, kelaparan melanda kaum muslimin, banyaknya rangkaian perang yang melelahkan, dan peralatan yang kurang memadai. Begitu banyak permasalahan internal yang dirasakan oleh kaum muslimin saat itu, belum lagi banyaknya musuh yang akan dihadapi. Sedangkan musuh-musuh yang akan mereka hadapi mempunyai perlengkapan persediaan pangan yang mencukupi dan musuh-musuh mereka terdiri dari pasukan bani Ghathafan dan koalisi suku-suku arab badui yang berjumlah sekitar 6000-an orang, pasukan Musyrikin Makkah yang berjumlah sekitar 4000-an orang dan Yahudi Bani Quraizhah yang berkhianat.

Singkat cerita, setelah nabi mendapatkan informasi dari intelijennya abbas bin abdul muthalib bahwa pasukan musyrikin mekkah segera berangkat ke madinah. Nabi Muhammad langsung mengadakan musyawarah dengan para sahabatnya, akhirnya perang dilakukan secara depensif tidak opensif yaitu menggali parit yang diusulkan oleh sahabat salman al-farisi. Sebab perang ini ada 3 golongan yang akan menyerang kaum muslimin, dua musuh dari luar dan satu musuh dari dalam, yang jumlah pasukannya jauh melebihi pasukan muslimin yaitu 700 prajurit muslimin dibanding 10000-an lebih musuh yang akan menghadang. Dalam peristiwa penggalian parit ini, rasa lapar terus menghampiri para sahabat, musim dingin yang begitu menyakitkan bagaikan jarum menusuk tulang-tulang rusuk prajurit kaum muslimin apabila dimalam hari. Namun mereka tetap bersabar dan istiqamah bersama nabi. Pada waktu penggalian parit ini kesolidan para sahabt uji, keimanan dan keistiqamahan mereka dipertaruhkan, namun diantara mereka ada yang bertahan dan ada yang tidak bertahan. Apalagi rasa lapar yang melanda perut para prajurit, sampai-sampai para sahabat dalam riwayat disebutkan 3 hari dalam penggalian parit tidak makan sedikitpun, mereka bertanya dan mereka sampaikan keluhannya kepada nabi. Lalu nabi menjawab, “Wahai sahabatku, jika kalian merasa lapar, ganjallah perut kalian dengan batu.” Kemudian mereka mengikuti perintah rasul untuk mengambil batu dan langsung mereka ikat keperutnya. Ukuran batu menjadi indikator rasa lapar, dan rasa lapar tersebut menjadi musuh tersendiri bagi kaum muslimin saat itu. Bisa dibayangkan bagaimana Nabi Muhammad saw. dan para sahabat menguras tenaga mereka, ibarat, “Membanting tulang dan memeras keringa” ditambah stok makanan mereka tidak ada. Bibir mereka pecah-pecah karena sangat jarang dilewati oleh air minum sehingga mengalami dehidrasi berat. Dinginnya udara pada malam hari membuat para sahabat hanya memakan dedaunan karena sangat lapar tetapi tidak ada makanan.

Lalu bagaimana dengan kondisi dakwah yang kita rasakan hari ini akhi? Ternyata cobaan yang kita rasakan hari ini dibanding dengan masa rasul masih kecil dan masih jauh perbedaannya. Cobaan ini masih menimpa seorang kiyadah kita, belum semua kita terkena musibah atau cobaan. Dan kita lihat kembali bahwa kemenangan para sahabat dalam perang khandak adalah disebabkan kesolidan ukhuwah mereka, keimanan kepada allah, kesabaran yang kuat dan keistiqamahan dalam berjamaah. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan para sahabat dalam setiap perang yang mereka ikuti dan laksanakan bersama rasul dan khulafaurrasyidin.

Biarkan hari ini mereka menghalangi jalan kita, menghambat dakwah kita, membuang dan membunuh kita, namun mereka tidak akan bisa menghentikan kalimah allah. Dalam hal ini ikhwa kita tidak boleh tergesa-gesa dalam menyebarkan dakwah, kita tidak boleh secepatnya ingin melihat dan menikmati hasil dakwah yang kita lakukan, yang terpenting bagi kita dan jamaah ini adalah aktivitas-aktivitas dakwah kita tidak boleh berhenti, kesolidan kita tidak boleh berkurang, kita harus menambah dan memompa semangat kita untuk terus berdakwah, insya allah kemenangan-kemenangan itu akan kita raih dengan secepatnya. Saya hanya ingin mengatakan bahwa saat ini Allah benar-benar ingin melihat semangat dakwah kita dan menguji keimanan kita apakah kita masih cinta kepadanya. Kita hari ini masih sangat beruntung bahwa allah masih mengingat dan cinta kepada kita, bahkan kita sangat khawatir apabila allah lupa dan tidak mau lagi menguji kita. Biarkan media-media sosial dan elektronik gencar menyebarkan fitnah tentang PKS keseluruh Indonesia dengan tujuan supaya masyarakat tahu, namun itu semua tidak akan ada artinya sebab Allah lah yang berkuasa dan berkehendak atas setiap sesuatu itu akan terjadi.

C. Istana Republik Indonesia

Ada kisah menarik yang terjadi dalam penggalian parit pada Perang Khandak. Kisah itu tentang 3 Istana yang besar, megah dan meriah yaitu Istana Romawi yang berwarna kemerahan, Istana Persia yang berwarna putih dan Kota Shan’a di Yaman yang begitu indah dimana dalam sejarah telah ditaklukkan oleh kaum muslimin. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw. kepada para sahabat pada masa perang khandak dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Anis Matta kepada para kader dan simpatisan PKS ketika beliau diangkat menjadi presiden PKS, dengan mengatakan antara jarak sumur dan istana sangat dekat. Adapun tujuan Rasulullah mengatakan hal itu untuk mengajarkan para sahabatnya agar memiliki obsesi yang jauh lebih besar dalam meraih peradaban. Bukankah Persia, Romawi dan Yaman adalah tiga negara adidaya saat itu. Dimana jika dibandingkan dengan posisi kaum muslimin belum sepadan apalagi diatas mereka semua, namun itulah obsesi besar yang dimunculkan Rasulullah saat itu, ketika para sahabat merasakan ketakutan melawan pasukan ahzab yang berkelas. Begitu juga dengan kondisi dakwah yang kita rasakan saat ini, kita tidak mempunyai media, kekuasaan belum kita pegang, lembaga-lembaga yudikatif belum dikuasai, namun Ustadz Anis ingin mengajarkan kepada kita bahwa Istana Republik Indonesia sangat cepat dan akan mudah kita mendudukinya.

Kisah itu bermula dari penggalian parit dalam perang khandak hampir selesai dan para sahabat mencium kedatangan pasukan musuh. Aroma keangkuhan pasukan ahzab sudah tercium oleh para sahabat. Akan tetapi, tiba-tiba muncul masalah teknis, yaitu ada satu regu penggali parit yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya. Mereka menemukan ada sebongkah batu yang sangat besar dan keras yang sangat sulit untuk dipecahkan. Hampir semua seluruh sahabat yang berada pada regu ini mencoba untuk memecahkan batu itu, namun tidak berhasil juga. Sehingga salah seorang sahabat mengadukan perihal batu yang satu ini belum terpecahkan. Para sahabat merasa khawatir dan panik, sebab dari batu ini bisa menjadi celah masuk ke kota madinah oleh pasukan musuh. Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, Nabi Muhammad saw. mengatakan, “Biarkan aku yang turun.” Kemudian beliau mendatangi tempat tersebut, Nabi saw segera mengambil martil sambil mengucapkan takbir, “Allahu Akbar.” Dengan ayunan tangan yang keras maka pukulan pertama, beliau menghancurkan satu bagian dari batu. Para sahabat melihat ada percikan api yang tinggi akibat kerasnya pukulan Rasulullah, para sahabat terkejut dan terheran-heran sambil bertakbir. Kemudian Rasulullah saw. mengatakan, “Allahu Akbar !!!, kunci-kunci syam telah diberikan padaku. Demi Allah aku tengah melihat istana-istananya yang berwarna kemerahan.”

Pada pukulan yang kedua, para sahabat menyaksikan pemandangan yang sama, yaitu percikan api yang tinggi akibat pukulan Rasulullah. Para sahabat kembali bertakbir, kemudian Rasulullah mengatakan, “Allahu Akbar !!! kunci-kunci persia telah diberikan kepadaku. Demi Allah aku tengah melihat istana-istana kota berwarna putih.Pada pukulan ketiga atau yang terakhir Nabi saw. pada akhirnya membuat batu besar itu menjadi pasir yang berserakan, diiringi percikan api. Kemudian Rasulullah mengatakan, “Allahu Akbar !!! kunci-kunci Yaman telah diberikan pula kepadaku. Demi Allah kini aku telah melihat pintu-pintu kota Shan’a dari tempatku ini.” Dengan demikian, hilanglah sudah batu besar yang menghalangi penggalian parit tersebut.

Hanya ada 3 partai besar yang akan kita hadapi dalam pemilu 2014 nanti, insya allah kita memenangkan dakwah ini. Tidak ada jalan lain, tidak ada jalan keluar untuk kita saat ini dalam menghadapi cobaan dan tantangan yang kita rasakan hari ini saudaraku, kecuali hanya bersabar dan selalu meminta pertolongan pada Allah. Mari kita tingkatkan ukhuwah kita, keimanan kita dan kesabaran kita dalam membela agama Allah. Firman Allah dalam surah Muhammad ayat 7:

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Penulis:

Mangaraja Halongonan Hrp, S.PdI (Sang Dhaif)


Kompasiana

h1

Apa Artinya Batik Indonesia Diakui Sebagai Warisan Dunia?

May 8, 2013

Sebagaimana dimaklumi batik telah diakui dunia sebagai milik Indonesia. Tanggal 2 Oktober 2009 badan pendidikan dan kebudayaan dunia (UNESCO) menetapkan batik Indonesia sebagai karya agung lisan dan abstrak warisan kemanusiaan (masterpiece of oral and intangible heritage of humanity). Untuk itu UNESCO meminta Indonesia untuk melestarikan budaya batik tersebut.

Walaupun demikian, harus diakui bahwa masyarakat Indonesia belum mengoptimalkan pengakuan dunia akan batik tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ketika Malaysia mengklaim bahwa corak batik tertentu merupakan milik Malaysia dan didaftarkan di badan intelektual dunia (WIPO), kita protes. Atau ketika batik cetak buatan RRC memasuki pasar Indonesia kita juga kecewa.

Bagaimana kalau sekarang ini kita manfaatkan batik sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Produk Batik Empat Musim

Pertama pengrajin batik perlu dibantu agar mengetahui kebutuhan batik dunia itu seperti apa. Dalam kaitan ini pemerintah dan pihak universitas dapat membantu. Contoh kongkretnya perlu membuat bahan batik sesuai dengan kebutuhan. Misalnya agar batik dapat digunakan di negara yang memiliki empat musim, perlu dibuat bahan dasar yang sesuai. Bahan katun batik lengan pendek mungkin sangat tepat untuk digunakan pada musim panas.

Batik lengan panjang yang dilapisi dengan penghangat mungkin sangat tepat untuk musim dingin. Demikian juga tentang warna dan mode perlu memanfaatkan kreasi para perancang Indonesia yang tidak kalah dengan perancang asing. Apalagi dalam labelnya dibuat bahwa batik ini sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, mungkin orang akan lebih tertarik lagi.

Alat Bantu Batik dan Kemasan

Yang kedua, cara membatik perlu dibantu. Ahli-ahli dari universitas misalnya perlu dilibatkan agar produksi dan penghasilan para pengrajin dapat ditingkatkan misalnya dengan membuat semacam tuangan atau pola tanpa menghilangkan keaslian batik itu sendiri.

Selanjutnya kemasan batik dapat dilakukan dengan memanfaatkan cara-cara negara maju di mana di setiap toko ditampilkan satu contoh saja dan di bawahnya sudah tersedia batik yang sama dengan yang dipajang, dan sudah dikemas dengan rapi sehingga orang tidak malu menentengnya. Pembeli tidak perlu membuka kemasannya karena dijamin pasti sama dengan yang dipajang. Pengunjung tinggal memilih dari barang yang ditampilkan saja. Dalam kaitan ini pemerintah daerah dapat membantu menjadi jaminannya.

Wisata Batik

Yang ketiga perlu dibuat kegiatan khusus semacam wisata batik yang nyaman dan menyenangkan. Misalnya orang yang tinggal di hotel dibuat saja kegiatan untuk mengunjungi tempat batik. Namun perlu kerjasama dengan berbagai pihak agar menyenangkan dan jangan sampai mengecewakan para turis. Bila perlu dibangun saja satu tempat luas dan nyaman di Yogyakarta sebagai pusat kegiatan wisata batik. Mungkin dibuat bagus sehingga para kepala negara pun pantas berkunjung ke sana. Sebagai informasi, Presiden Afsel Nelson Mandela katanya dikenal senang menggunakan batik Indonesia.

Dengan kata lain setiap turis berkunjung ke Indonesia harus membawa oleh-oleh batik Indonesia.

Kalau ini bisa dilakukan, maka pengakuan dunia akan batik Indonesia akan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain kekayaan yang kita miliki dapat dioptimalkan secara kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita.


Kompasiana

h1

Bahasa Indonesia, Masyarakat, dan Pemuda

May 7, 2013

Mungkin jarang kita sadari bahwa kita beruntung telah di lahirkan di sebuah bangsa dengan keanekaragaman yang luar biasa. Di sekitar kita dapat dengan mudah kita jumpai berbagai keanekaragaman, dan entah kita sadari ataupun tidak kita pun merupakan bagian dari keanekaragaman itu sendiri. Perbedaan diciptakan Tuhan bukan untuk memecah belah kita, justru semuanya Ia ciptakan agar kita dapat bersatu atas nama perbedaan yang ada diantara kita.

Keanekaragaman di bangsa ini, meliputi berbagai hal dan hampir menyeluruh. Suku, ras, budaya, etnis, bahasa, dan adat menjadi sebuah contoh mendasar, seperti apakah keberagaman di bangsa kita ini.

Tidak akan ada persatuan tanpa adanya komunikasi, dan tidak ada komunikasi tanpa hadirnya bahasa. Tentu bukan perkara mudah menjembatani 248 juta orang dengan wilayah yang terbagi dalam belasan ribu pulau dan 726 bahasa daerah, untuk bersatu menggunakan bahasa persatuan. Namun tembok tinggi kokoh bernama “ketidakmungkinan” itu berhasil diruntuhkan dengan kehadiran bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Kristalisasi darah dan keringat para pejuang ketika dahulu untuk berbahasa Indonesia saja harus sembunyi-sembunyi, berimbas baik pada kemajuan bahasa persatuan Indonesia di masa sekarang.

Mungkin seperti sebuah ironi disaat ini banyak diantara kita terutama golongan anak muda khususnya kalangan pelajar, justru memiliki nilai kuantitatif ujian nasional untuk mata pelajaran bahasa asing yang lebih baik ketimbang bahasa Indonesia, sekalipun terdapat tingginya intensitas penggunaan bahasa persatuan ini dikalangan pelajar. Memang taraf kebahasaan bukanlah dinilai dari seberapa besar nilai yang didapatkan siswa di sekolah, melainkan dari seberapa besar rasa hormat mereka terhadap bahasa pemersatu lebih dari 248 juta orang ini. Tetapi apakah tidak mengherankan jika bangsa lain saja mulai menyadari eksistensi bangsa ini, dengan mulai mempelajari bahasa Indonesia sedangkan kita sendiri meletakkan bahasa Indonesia sebagai dinding tempat bersembunyi demi identitas pengakuan untuk mendapat label sebagai anak bangsa?

Dikalangan mayarakat pun terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam berbahasa. Banyak penggunaan bahasa yang sebenarnya kurang tepat dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar namun justru dinilai sebagai sesuatu yang tepat. Tingginya intensitas pemakaian bahasa yang kurang tepat tersebut, menciptakan mindset bahwasanya kesalahan tadi merupakan suatu kebenaran mengingat begitu seringnya visual maupun auditori masyarakat menerima berbagai kata ataupun kalimat tesebut.

Bahasa Indonesia bukanlah hanya tentang penggunannya, tetapi juga tentang penjiwaan serta pembawaan sifat orang yang menggunakannya. Tameng emas serta pisau bermata berlian dalam berbahasa Indonesia menjadi penyebab mengapa terdapat tingginya intensitas penggunaan bahasa Indonesia disekitar kita namun tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik dalam berbahasa.

Tidak selamanya besi berkarat akan terus berkarat, sedikit tempaan akan membuatnya kembali tak berkarat, begitulah semestinya bahasa Indonesia. Memang tak mudah memperbaiki kesalahan berbahasa yang sudah mendarah daging bahkan hingga dianggap menjadi sebuah hal yang lazim di masyarakat. Semuanya perlu berperan aktif dalam rangka perbaikan berbahasa di masyarakat, terlebih seorang publik figur yang merupakan salah satu sosok sentral dalam penyebaran bahasa terutama artis, pemerintah, dan bahkan para pendakwah ataupun missionaris.

Dikalangan para pelajar, khusunya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), menyadari betul pentingnya berbahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Namun sikap dari sebagian pelajar tersebut tidak mencerminkan demikian, bahkan mulai dari hal yang paling sederhana. Misal banyak pelajar yang justru menyepelekan dan menganggap enteng pelajaran bahasa Indonesia dengan lebih memilih bercanda dengan kawannya atau justru tidur saat guru sedang menerangkan mata pelajaran bahasa nasional ini.

Orangtua para pelajarpun masih menganggap bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting. Contoh sederhananya mayoritas orangtua siswa lebih memperhatikan nilai-nilai anaknya untuk mata pelajaran bercorak eksak seperti Matematika, Fisika dan sebagainya. Dan lebih jauh lagi, orangtua siswa pun kebanyakan lebih bangga anaknya mendapatkan nilai kuantitatif tinggi untuk mata pelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Perancis, dan lain sebagainya ketimbang bahasa Indonesia. Hal ini mungkin terjadi karena dinilai bahasa asing tersebut lebih menjanjikan kehidupan baik untuk masa mendatang ketimbang bahasa Indonesia.

Begitu kurang diperhatikannya pendidikan bahasa Indonesia, semakin tampak ketika melihat banyak guru terutama di sekolah dasar mayoritas bukanlah guru dengan pendidikan bahasa Indonesia. Kebanyakan mereka hanya merangkap sebagai guru bahasa Indonesia disamping mata pelajaran keahliannya, demi menutupi kekurangan guru untuk mata pelajaran bahasa nasional tersebut.

Terlepas dari bagaimana peran bahasa Indonesia dalam sistem pembelajaran di sekolah, bahasa Indonesia pun memiliki berbagai macam keunikan yang mungkin tidak banyak dimiliki oleh bahasa asing. Hal ini dapat kita temukan dengan mudah langsung di daerah-daerah. Tentu orang di suatu daerah atau suku lebih sering menggunakan bahasa daerahnya daripada bahasa Indonesia. Mereka menggunakan bahasa Indonesia hanya ketika berkomunikasi dengan orang yang bukan satu suku yang tidak menguasai bahasa daerah setempat. Uniknya masyarakat setempat tetap tidak akan kehilangan identitasnya sebagai warga daerah dengan masih menyisakan sedikit logat ataupun gaya bicara yang identik dengan bahasa daerahnya saat ia berbicara dengan bahasa Indonesia. Sebagai contoh saat berbicara dalam bahasa Indonesia, orang Jawa tentu masih menyisakan logat medhok-nya; orang Banyumas masih memiliki nada khas ala ngapak-nya; orang Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara dengan kata-kata bertempo cepatnya; dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Hal ini tentu saja merupakan suatu yang unik tatkala perbedaan-perbedaan logat tadi tidak menghalangi kita untuk tetap mengagungkan bahasa persatuan nusantara, bahasa Indonesia.

Keunikan tentang bahasa Indonesia pun tak hanya terhenti sampai di wilayah nasional saja. Dikancah internasional bahasa Indonesia juga memiliki keunikan yang membanggakan. Dalam ranah olahraga misalnya, di cabang balap motor MotoGP, terdapat tulisan berbahasa Indonesia yang dengan jelas tertulis di motor dan helm pembalap pabrikan Yamaha dengan tulisan “semakin di depan” dan motor pembalap pabrikan Honda yang bertuliskan “satu hati”. Mungkin memang dari hal kecil semacam itulah kita dapat sedikit membuka mata dunia akan eksistensi bahasa kita ini di mata masyarakat internasional. Mengingat sebenarnya Negara kita memiliki potensi besar untuk menjadi Negara maju dan segera beranjak dari label Negara berkembang yang selama ini melekat erat di nama sang Negara zamrud khatulistiwa.

Bahasa Indonesia merupakan fenomena, sekaligus anugerah dari sang maha pencipta. Bahasa persatuan ini sudah seharusnya kita tanam dalam hati kita, kita rawat dan kita jaga, hingga ia tumbuh dengan kokoh diatas akar kuat yang mencengkeram erat hati kita, serta batang yang kokoh dalam rimbunan dedaunan lebat. Yang bahkan sekalipun ditebang ataupun dipotong tetap akan terus tumbuh tanpa terpengaruh kematian. Sampai pada suatu hari akan berbuah, lalu masak dan dapat kita petik untuk kita rasakan kemanisan serta manfaatnya.

Inilah bahasa kita, bahasa persatuan, bahasa kebanggan, bahasa kebangsaan dan bahasa luhur yang sudah ada sejak entah kapan dan sampai kapan. Sudah seharusnya kita jaga dan kita rawat tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada diantaranya. Jika bukan kita lantas siapa lagi yang akan merawatnya? Inilah tugas kita semua sebagai warga Negara pengagung garuda, berjiwa merah-putih, berhati luas layaknya nusantara, bertekad kuat layaknya baja dengan tetap menjaga kesucian Bhineka tunggal Ika, ditanah surga tanah air beta, dan tetap bangga menjadi bagian dari warga masyarakat Negara Indonesia raya.


Kompasiana

h1

Kita rakyat Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan negara terpadat ke-4 di dunia, harus lebih berani berperan,” ujar Presiden PKS

April 29, 2013

Turki — Sudah baca berita tentang PKS hari ini? oke jika belum saya tulis ulang beberapa pesan motivasi untuk rakyat Indonesia.Mengawali hari dengan sebuah motivasi dapat membuat anda lebih bersemangat, simaklah :

“Marilah kita bergembira dan mempertahankan kegembiraan,” buka Anis Matta dalam orasinya di atas kapal dalam perjalanan sejarah selat Bosporus.

Mempertahankan kegembiraan adalah sumber energi dan motivasi kita dalam meraih sesuatu yang besar. Bagaimana kita dapat mempertahankan kegembiraan? Setiap pagi dan petang kita selalu berdzikir dengan lantunan

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rundungan sedih dan duka. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kedekut. Aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang.”

Dengan tidak bersedih dan takut, maka kita berharap diri ini menjadi bahagia dan berani. Bahagia memberi motivasi dan energi untuk berkarya. Sedangkan berani melecutkan energi untuk mengambil resiko. Sehingga kita akan mampu berkarya yang di luar imajinasi banyak orang, karya beyond imagination.

Siang hari, 27 April 2013, berkumpul dalam suasana yang hangat dan berbahagia, seluruh ikhwan dari 18 negara berkumpul bersama e Anis Matta di atas kapal di selat Bosporus, Istanbul. Mereka berkumpul saling memotivasi diri untuk lebih berperan dalam membangun peradaban manusia.

Bagaimana membangun peradaban yang baik untuk umat Islam dan seluruh manusia dengan 3 kunci.

“Mari mengemban misi 3 global, demokrasi global, kesejahteraan global, dan damai global” ajak Anis Matta.

Dalam acara silaturahim tersebut, Anis Matta mengingatkan umat Islam Indonesia untuk lebih berperan secara global.

“Kita rakyat Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan negara terpadat ke-4 di dunia, harus lebih berani berperan,” tegas Anis Matta.

Bagaimana kita dapat menjawab masalah yang ada? Anis Matta melanjutkan,

“Daripada sekadar menjelaskan ideologi, mari kita menjawab masalah secara de facto , berikan performa dan kinerja yang baik”.

Cinta, kerja, dan harmoni. Slogan baru yang melambangkan semangat kita. Cinta adalah energi positif yang memotivasi, dengan kerja kita berikan kinerja dan performa yang berbuah dan menghasilkan, dengan begitu harmoni kehidupan akan tercipta. *** (Oleh Ahmad Nursalim Universitas Marmara, Turki )

oke semoga manfaat. Walau Indonesia mengalami banyak problematika tetaplah optimis, jangan tertular propaganda pesimisme dari mereka yang suka mencela, jadilah solusi bukan masalah. Jadikan politik itu menarik dan sportif!

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rundungan sedih dan duka. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kedekut. Aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang.”


Kompasiana

h1

Mungkinkah Bandara di Indonesia Mempunyai Aturan Berbeda?

April 26, 2013

REP | 26 April 2013 | 10:53 Dibaca: 4   Komentar: 0   Nihil

Dua hari yang lalu  istri saya yang bekerja di salah satu instansi pemerintah mendapat tugas ke Malang Jawa Timur. Setelah selesai membereskan  rumah Ia segera berkemas menuju bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan bus Damri dari terminal bus Rawamangun. Sebelumnya saya mengingatkan untuk mengecek kembali semua keperluan yang harus dibawa, dan dia menjawab bahwa tidak ada satupun yang terlupakan. Namun sejam kemudian saya terkejut saat melihat KTP istri yang terbawa dalam dompet saya. Segera saya menelpon istri saya dan mengatakan kalau KTP miliknya tertinggal, saya khawatir kalau nantinya bisa menjadi masalah saat di bandara nanti. Rupanya istri saya tidak khawatir dan hanya mengatakan, “mudah-mudahan tidak apa-apa, lagipula saya kan sudah seringkali tugas keluar kota, dari Sabang sampai Merauke, bahkan Ia sudah cukup mengenal banyak petugas disana termasuk para crew pesawatnya karena setidaknya hampir dalam seminggu sekali Ia harus tugas keluar kota. Saya menjadi lebih tenang apalagi saat dia mengabari bahwa dia sudah tiba dengan selamat bahkan baru saja selesai chek-in di hotel yang akan diinapinya. Pagi tadi tiba-tiba istriku menghubungiku dengan suara yang terdengar agak panik. Ia memintaku untuk memfax kan ktp nya karena ia sedang tertahan saat di bandara Abdulrahman Saleh Malang. Saya coba menenangkannya dengan menyarankan tanda pengenal yang lain ataupun surat penugasan dari kantor. Setelah beberapa saat istri saya meminta untuk mengambil gambar KTP nya menggunakan Bb dan mengirimnya, ternyata cara ini cukup jitu karena akhirnya Ia diperbolehkan naik ke pesawat yang akan membawanya kembali ke Jakarta.

Satu pertanyaan yang menjadi ganjalan saya adalah mengapa saat di Bandara Soekarno-Hatta hal ini tidak menjadi masalah sedangkan di Bandara Abdurahman Saleh Malang menjadi masalah. Mungkinkah Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara yang berkelas Internasional mempunyai aturan yang lebih fleksibel terhadap pengguna yang sering menggunakan jasa di tempat tersebut, ataukah suatu kelengahan petugasnya, ataukah memang standar pelayanan di kedua bandara tersebut memang berbeda?

Mungkin saja pertanyaan saya tidak terlalu penting dan tidak perlu untuk ditanggapi. Mungkin…?

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana

h1

Kualitas Pendidikan Indonesia?

April 23, 2013

OPINI | 23 April 2013 | 18:39 Dibaca: 9   Komentar: 0   Nihil

Bel tanda berakhirnya Ujian Nasional hari terakhir bagi tingkatan SMA/SMK terdengar jelas di telinga tiap siswa. Tanpa menunggu lama, para siswa pun berhamburan keluar dengan wajah yang sumringah. Akhirnya selesai juga tes terakhir di tingkat pendidikan formal. Pikiran-pikiran mengenai Ujian pun dengan cepat digantikan oleh imajinasi liburan panjang yang menanti mereka. Ada yang ingin libur bersama keluarga, liburan bersama teman, liburan sama pacar, liburan ke luar negri, liburan tidur berlama-lama di rumah, sampai liburan untuk melakukan aksi tawuran pun ada.

Kamis kemarin tanggal 18 April 2013 di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat terjadi tawuran siswa tingkatan SMA/SMK yang melibatkan 8 orang pelajar. Kedelapan pelajar tersebut bukan berasal dari SMA daerah Kebon Jeruk, namun merupakan pelajar daerah lain. Sehabis UN mereka bersama-sama pergi ke daerah Kebon Jeruk untuk melakukan aksi tawuran yang tak diundang. Kemudian di hari yang sama pula di daerah Jatinegara, Jakarta Timur terjadi tawuran dengan peserta tawuran sejumlah 50 pelajar. Malah di daerah Pos Pengumben tawuran pelajar mempertemukan pelajar tingkatan SMA/SMK dengan anak punk daerah tersebut.

Lain lagi di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sejumlah 53 orang membajak sebuah bus untuk digunakan sebagai transportasi tawuran. Untungnya aparat kepolisian datang sebelum aksi tawuran terjadi. Dalam kasus ini bahkan siswa tingkatan SMP pun terlibat, serta ada dua orang yang bukan pelajar. Jadi jumlah pelajar yang terlibat dalam pembajakan ini ada 51 siswa. Polisi juga menemukan sedikitnya 13 senjata tajam dalam aksi sok jagoan ini. Akhirnya bus yang mereka bajak digunakan polisi untuk menggiring mereka ke kantor polisi.

Ancaman hukuman bagi pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut adalah dikeluarkan dari jenjang pendidikan. Bukankah ini suatu kekonyolan yang lugu? Sehabis rampung melewati Ujian Nasional, pelajar yang mengikuti tawuran malah dikeluarkan dari sekolah padahal mereka belum tahu apakah mereka lulus apa tidak. Ironi? Ya jelas. Mereka mengganggap selesainya Ujian Nasional sebagai titik akhir pendidikan mereka. Mereka merasa akhirnya bebas “dari” pendidikan yang menuntut mereka untuk belajar. Padahal selama kita hidup kita tak akan pernah berhenti belajar, entah itu belajar mengenai dunia ini ataupun mengenai kehidupan. Apakah seperti ini kualitas pendidikan di Indonesia?

Siapa yang menilai tulisan ini?


Kompasiana